of 68

TB

Published on 2 weeks ago | Categories: Documents | Downloads: 0 | Comments: 0

Comments

Content

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

TUBERKULOSIS DEFINISI Tuberkulosis atau TB adalah penyakit menular langsung yang disebabkan Tuberkulosis oleh kuman TB (Mycobacterium Tub Tuberculosis)Sebagian erculosis)Sebagian besar kuman TB menyerang paru! tetapi dapat "uga mengenaiorgan tubuh lainnya #ada tahun $%%& 'orld 'o rld ealth rgani*ation (') menyatakan TB sebagai suatu problema kesehatan masyarakat yang sangat penting dan serius di seluruh dunia dan merupakan penyakit yang menyebabkan kedaruratan global (+lobal Emergency) karena pada sebagian besar negara di dunia penyakit TB paru tidak terkendali! ini disebabkan banyaknya penderita yang tidak berhasil disembuhkan! serta sebagai  penyebab kematian utama utama yang diakibatk diakibatkan an oleh penyakit in in,eksi ,eksi (depkes -..-)

E#IDEMI/+I Indonesia sekarang berada pada ranking kelima negara dengan beban TB tertinggi di duniaEstimasi pre0alensi TB semua kasus adalah sebesar 11.!... ('! -.$.) dan estimasi insidensi ber"umlah 2&.!... kasus baru per tahun3umlah kematian akibat TB diperkirakan 1$!... kematian per tahunnyaIndonesia merupakan negara dengan percepatan peningkatan epidemi I4 yang tertinggi di antara negara5negara di 6sia I4 dinyatakan sebagai epidemik terkonsentrasi (a (a concentrated epidemic)! epidemic)! dengan perkecualian di pro0insi #apua yang pre0alensi I4nya sudah mencapai -!78 ( generalized epidemic epidemic) Secara nasional! angka estimasi pre0alensi I4 pada populasi de9asa adalah .!-8 Se"umlah $- pro0insi telah dinyatakan sebagai daerah prioritas untuk inter0ensi I4 dan estimasi "umlah orang dengan I4:6IDS di Indonesia sekitar $%....5 2.....Estimasi nasional Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  pre0alensi I4 pada pada pasien TB baru adalah -;8 6ngka MD MD<5TB <5TB diperkirakan sebesar -8 dari seluruh kasus TB baru (lebih rendah dari estimasi di tingkat regional sebesar 28) dan -.8 dari kasus TB dengan pengobatan ulang Diperkirakan terdapat sekitar 1&.. kasus MD< TB setiap tahunnyaMeskipun memiliki beban penyakit TB yang tinggi! Indonesia merupakan negara pertama diantara High diantara  High Burden Burden Country Country (B=)  (B=) di 9ilayah ' South-East Asianyang Asianyang mampu mencapai target global TB untuk deteksi kasus dan keberhasilan  pengobatan pada tahun tahun -..1#ada tahun -..%! tercatat se"umla se"umlah h se"umlah -%2>&kasus TB telah ditemukan dan diobati (data a9al Mei -.$.) dan lebih dari $1%-$& diantaranya terdeteksi BT6?Dengan BT6?Dengan demikian! Case Notification Rate untuk Rate untuk TB BT6? adalah >& per $..... (Case (Case Detection Rate >&8) Rate >&8) <erata pencapaian angka keberhasilan pengobatan selama 2 tahun terakhir adalah sekitar %.8 dan pada kohort tahun -..; mencapai %$8 #encapaian target global tersebut merupakan tonggak pencapaian program pengendalian TB nasional yang utama

Diagnosis Tuberkulosis

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa Diagnosis Tuberkulosis pada orang de9asa (@emenkes! -.$2) A Diagnosis TB paruA

#emeriksaan Dahak Mikroskopis /angsung (@emenkes! -.$2)

Diagnosis TB Ekstra #aru

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

(@emenkes! -.$2)

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa Klasifikasi Dan Tipe Pasien TB Definisi Pasien TB: Pasien TB berdasarkan hasil konfirmasi pemeriksaan BakeriologisA

6dalah seorang pasien TB yang dikelompokkan berdasar hasil pemeriksaan contoh u"i biologinya dengan pemeriksaan mikroskopis langsung! biakan atau tes diagnostik cepat yang direkomendasi oleh @emenkes <I (misalnyaA +enepert)Termasuk +enepert)T ermasuk dalam kelompok pasien ini adalahA a #asien TB paru BT6 positi,   b #asien TB paru hasil hasil biakan Mt! biakan Mt! positi,   positi,  c #asien TB paru hasil tes cepat Mt! cepat  Mt! positi,   positi,  d #asien TB ekstraparu terkon,irmasi secara bakteriologis! baik dengan BT6!  biakan maupun tes cepat cepat dari contoh u"i "a "aringan ringan yang terkena e TB anak yang terdiagnosis dengan pemeriksaan bakteriologis !aaan: Semua pasien yang memenuhi de,inisi tersebut diatas harus dicatat tanpa

memandang apakah pengobatan TB sudah dimulai ataukah belum Pasien TB erdiagnosis se"ara KlinisA

6dalah pasien yang tidak memenuhi kriteria terdiagnosis secara bakteriologis tetapi didiagnosis sebagai pasien TB akti, oleh dokter! dan diputuskan untuk diberikan pengobatan TB Termasuk Termasuk dalam kelompok pasien ini adalahA a #asien TB paru BT6 negati, dengan hasil pemeriksaan ,oto toraks mendukung TB

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta $

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  b #asien TB ekstraparu ekstraparu yang terdiagnosis secara kl klinis inis maupun laboratoris d dan an histopatologis tanpa kon,irmasi bakteriologis c TB anak yang terdiagnosis dengan sistim skoring !aaan: #asien TB yang terdiagnosis secara klinis dan kemudian terkon,irmasi

 bakteriologis positi, positi, (baik sebelum maupun setelah memulai memulai pengobatan) harus harus diklasi,ikasi ulang sebagai pasien TB terkon,irmasi bakteriologis #$ Klasifikasi pasien TB:

Selain dari pengelompokan pasien sesuai de,inisi tersebut datas! pasien "uga diklasi,ikasikan menurut A a /okasi anatomi dari penyakit  b <i9ayat pengobatan pengobatan sebelumnya c asil pemeriksaan u"i kepekaan obat d Status I4 a$ Klasifikasi berdasarkan lokasi anaomi dari pen%aki: Tuberkulosis paruA

6dalah TB yang ter"adi pada parenkim ("aringan) paru Milier TB dianggap sebagai TB paru karena adanya lesi pada "aringan paru /im,adenitis TB dirongga dada (hilus (hilus dan atau mediastinum mediastinum)) atau e,usi pleura tanpa terdapat gambaran radiologis yang mendukung TB pada paru! dinyatakan sebagai TB ekstra paru #asien yang menderita TB paru dan sekaligus "uga menderita TB ekstra paru! diklasi,ikasikan sebagai pasien TB paru

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta %

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

Tuberkulosis eksra paruA

6dalah TB yang ter"adi pada organ selain paru! misalnyaA pleura! kelen"ar lim,e! abdomen! saluran kencing! kulit! sendi! selaput otak dan tulang Diagnosis TB ekstra paru dapat ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan bakteriologis atau klinis Diagnosis TB ekstra paru harus diupayakan berdasarkan penemuan  Myco!acterium tu!erculosis tu!erculosis #asien TB ekstra paru yang menderita TB pada  beberapa organ! diklasi,ikasikan diklasi,ikasikan sebagai pasien TB ekstra paru pa pada da organ menun"ukkan gambaran TB yang terberat b$ Klasifikasi berdasarkan ri&a%a pengobaan sebelumn%a sebelumn%a:: '( Pasien baru TB: adalah pasien yang belum pernah mendapatkan pengobatan

TB sebelumnya sebelumnya at atau au sudah pe pernah rnah mene menelan lan 6 6T T namun ku kurang rang dari $ bul bulan an (˂ dari -; dosis) #( Pasien %ang pernah diobai TB: adalah pasien yang sebelumnya pernah

menelan 6T selama $ bulan atau lebih (C dari -; dosis)#asien ini selan"utnya diklasi,ikasikan berdasarkan hasil pengobatan TB terakhir!yaituA  Pasien kambuh: adalah pasien TB yang pernah dinyatakan sembuh atau  pengobatan lengkap lengkap dan saat ini didiagnosis didiagnosis TB berdasarkan h hasil asil pemeriksaan  bakteriologis atau klinis klinis (baik karena benar benar5benar 5benar kambuh atau ka karena rena rein,eksi)  Pasien %ang diobai kembali seelah gagal: adalah pasien TB yang pernah diobati dan dinyatakan gagal pada pengobatan terakhir

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta &

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  Pasien %ang diobai kembali seelah puus beroba )los o follo&*up(: adalah  pasien yang pernah diobati diobati dan dinyatak dinyatakan an lost to ,ollo9 up (klasi,ikasi (klasi,ikasi ini  sebelumnya dikenal sebagai pengobatan pasien setelah putus berobat :de,ault)  Lain*lain: adalah pasien TB yang pernah diobati namun hasil akhir pengobatan sebelumnya tidak diketahui +( Pasien %ang ri&a%a pengobaan sebelumn%a idak dikeahui$ "$ Klasifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan u,i kepekaan oba

#engelompokan pasien disini berdasarkan hasil u"i kepekaan contoh u"i dari  Myco!acterium tu!erculosis tu!erculosis terhadap 6T dan dapat berupa A  -ono resisan )TB -R(A resistan terhadap salah satu "enis 6T lini pertama sa"a  Poli resisan )TB PR(A resistan terhadap lebih dari satu "enis 6 6T T lini pertama selain Isonia*id () dan <i,ampisin (<) secara bersamaan  -uli drug resisan )TB -DR(A resistan terhadap Isonia*id () dan <i,ampisin (<) secara bersamaan  E.ensi/e drug resisan )TB 0DR( A adalah TB MD< yang sekaligus "uga resistan terhadap salah satu 6T golongan ,luorokuinolon dan minimal salah satu dari 6T lini lini kedua "enis suntikan (@anamisin! @apreomisin dan 6mikasin)  Resisan Rifampisin )TB RR(A resistan terhadap <i,ampisin dengan atau tanpa resistensi terhadap 6T lain yang terdeteksi menggunakan metode genotip (tes cepat) atau metode ,enotip (kon0ensional) ( kon0ensional)

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta '

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa d$ klasifikasi pasien TB berdasarkan saus 1I2 '( pasien TB deng dengan an 1I2 posiif )p )pasien asien ko*infeks ko*infeksii TB31I2 ( adala adalah h pasien TB dengan A •



asil tes I4 positi, sebelumnya atau sedaang mendapatkan 6< 6<T T 6T6 asil tes I4 positi, pada saat diagnosis TB #( Pasien TB dengan 1I2 negaif : adalah pasienTB dengan A





asil tes I4 negati, sebelumnya! 6T6 asil tes I4 negati, pada saat diagnosa TB =atatan A 6pabila pada pemeriksaan selan"utnya dapat di peroleh hasil tes I4 men"adi  positi,! pasien harus disesuaikan disesuaikan kembali klasi,ikasi sebagai pasien TB dengan I4 positi, +( pasien TB dengan saus 1I2 idak dikeahui : adalah pasien TB anpa ada anda buki pendukung hasil es 1I2 saa diagnosis TB di eapkan$

=atatan A apabila pada pemeriksaan selan"utnta dapat di peroleh hasil tes I4  pasien! pasien harus disesuaikan disesuaikan kembali klasi,ikasin klasi,ikasinya ya berdasarkan hasil tes I4 I4 terakhir

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1(

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa Taalaksa Ta alaksana na TB Sandar Unuk Pengobaan

Sandar 4

Setiap praktisi yang mengobati pasien tuberkulosis mengemban tanggung "a9ab kesehatan masyarakat yang pentingntuk memenuhi tanggung "a9ab ini praktisi tidak hanya 9a"ib memberikan paduan obat yang memadai tapi "uga harus mampu menilai kepatuhan pasien kepada pengobatan serta dapat menangani ketidakpatuhan bila ter"adi Dengan melakukan hal itu! penyelenggara kesehatan akan mampu meyakinkan kepatuhan kepada paduan sampai pengobatan selesai

Sandar 5

Semua pasien (termasuk mereka yang terin,eksi I4) yang belum pernah diobati harus diberi paduan obat lini pertama yang disepakati secara internasional menggunakan obat yang bioa0ailabilitinya telah diketahuiFase a9al seharusnya terdiri dari isonia*id! ri,ampisin! pira*inamid! dan etambutol Etambutol boleh dihilangkan pada ,ase inisial pengobatan untuk orang de9asa dan anak dengan sediaan apus dahak negati,! tidak menderita tuberkulosis paru yang luas atau  penyakit ekstra paru yang yang berat! serta telah dike diketahui tahui I4 negat negati, i, Fase lan"utan yang dian"urkan terdiri dari isonia*id dan ri,ampisin yang diberikan selama 2  bulan Isonia*id dan etambutol etambutol selama 1 bulan merupakan paduan alte alternati, rnati, pada ,ase lan"utan yang dapat dipakai "ika kepatuhan pasien tidak dapat dinilai! akan tetapi hal ini berisiko tinggi untuk gagal dan kambuh! terutama untuk pasien yang terin,eksi I4 Dosis obat anti tuberkulosis yang digunakan harus sesuai dengan rekomendasi Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 11

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa internasional @ombinasi dosis tetap yang terdiri dari kombinasi - obat (isonia*id dan ri,ampisin)! & obat (isonia*id! ri,ampisin! dan pira*inamid)! dan 2 obat (isonia*id! ri,ampisin! pira*inamid! dan etambutol) sangat direkomendasikan terutama "ika menelan obat tidak dia9asi Standar %ntuk membina dan menilai kepatuhan (adherence) kepada pengobatan! suatu pendekatan pemberian obat yang berpihak kepada pasien! berdasarkan kebutuhan pasien dan rasa saling menghormati antara pasien dan penyelenggara kesehatan! seharusnya dikembangkan untuk semua pasien #enga9asan dan dukungan seharusnya sensiti, terhadap "enis kelamin dan spesi,ik untuk berbagai usia dan harus meman,aatkan bermacam5macam inter0ensi yang direkomendasikan serta layanan pendukung yang tersedia! termasuk konseling dan  penyuluhan pasien pasien Elemen utama dalam strategi yang berpihak kepada pasien adalah penggunaan cara5cara menilai dan mengutamakan kepatuhan terhadap paduan obat dan menangani ketidakpatuhan! bila ter"adi=ara5cara ini seharusnya dibuat sesuai keadaan pasien dan dapat diterima oleh kedua belah pihak! yaitu pasien dan  penyelenggara pelayanan=aracara pelayanan=aracara ini dapat menca mencakup kup penga9asan langsu langsung ng menelan obat (directly obser0ed therapy5DT) oleh penga9as menelan obat yang dapat diterima dan dipercaya oleh pasien dan sistem kesehatan

Sandar '6

Semua pasien harus dimonitor responnya terhadap terapi! penilaian terbaik pada  pasien tuberkulosis ialah ialah pemeriksaan dahak mikrosk mikroskopik opik berkala (dua spesimen)  paling tidak pada pada 9aktu ,ase a9al pengob pengobatan atan selesai (dua bulan)! p pada ada lima bulan! dan pada akhir pengobatan #asien dengan sediaan apus dahak positi, pada  pengobatan bulan kelima harus dianggap g gagal agal pengobatan dan pengobatan harus Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa dimodi,ikasi secara tepat (lihat standar $2 dan $7) #ada pasien tuberkulosis ekstra  paru dan pada anak! respon respon pengobatan terbai terbaik k dinilai secara klinis#em klinis#emeriksaan eriksaan ,oto toraks umumnya diperlukan dan dapat menyesatkan Sandar ''

<ekaman tertulis tentang pengobatan yang diberikan! respon bakteriologis dan e,ek  samping seharusnya disimpan untuk semua pasien Sandar '#

Di daerah dengan pre0alensi I4 tinggi pada populasi umum dan daerah dengan kemungkinan tuberkulosis dan in,eksi I4 muncul bersamaan! konseling dan u"i I4 diindikasikan bagi semua pasien tuberkulosis sebagai bagian penatalaksanaan rutinDi daerah dengan pre0alensi I4 yang lebih rendah! konseling dan u"i I4 diindikasikan bagi pasien tuberkulosis dengan ge"ala dan:atau tanda kondisi yang  berhubungan dengan dengan I4 dan pada pasien tuberkulosis yang m mempunyai empunyai ri9ayat risiko tinggi terpa"an I4 Sandar '+

Semua pasien dengan tuberkulosis dan in,eksi I4 seharusnya die0aluasi untuk menemukan perlu:tidaknya pengobatan anti retro0iral diberikan selama masa  pengobatan tuberkulosis#erencanaan tuberkulosis#erencanaan yang tepa tepatt untuk mengakses obat anti retro0iral seharusnya dibuat untuk pasien yang memenuhi indikasiMengingat kompleksnya penggunaan serentak obat anti tuberkulosis dan anti retro0iral! konsultasi dengan dokter ahli di bidang ini sangat direkomendasikan sebelum mulai pengobatan serentak untuk in,eksi I4 dan tuberkulosis! tanpa memperhatikan mana yang muncul lebih dahuluBagaimanapu dahuluBagaimanapun n "uga pelaksanaan  pengobatan tuberkulosis tuberkulosis tidak boleh di ditunda tunda #asien tuberkulo tuberkulosis sis dan in,eksi I4  "uga seharusnya diberi kotrimoksa*ol kotrimoksa*ol sebagai pencegahan pencegahan in,eksi lainnya lainnyaStandar Standar $2#enilaian kemungkinan resistensi obat! berdasarkan ri9ayat pengobatan Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1!

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa terdahulu! pa"anan dengan sumber yang mungkin resisten obat dan pre0alensi resistensi obat dalam masyarakat seharusnya dilakukan pada semua pasien #asien gagal pengobatan dan kasus kronik seharusnya selalu dipantau kemungkinannya akan resistensi obat ntuk pasien dengan kemungkinan resisten obat! biakan dan u"i sensiti0iti obat terhadap isonia*id! ri,amisin! dan etambutol seharusnya dilaksanakan segera Standar $7 #asien tuberkulosis yang disebabkan kuman resisten obat (khususnya MD<) seharusnya diobati dengan paduan obat khusus yang mengandung obat anti tuberkulosis lini kedua#aling tidak harus digunakan empat obat yang masih e,ekti,  dan pengobatan harus diberikan paling sedikit $; bulan=aracara yang berpihak kepada pasien disyaratkan untuk memastikan kepatuhan pasien terhadap  pengobatan@onsultasi  pengobatan@onsul tasi dengan penyelen penyelenggara ggara pelayanan yang b berpengalaman erpengalaman dalam pengobatan pasien dengan MD< TB harus dilakukan

Pengobaan Tuberkulosis

Tu"uan Tu"ua n pengobatan tuberkulosis adalah A • • • • •

Menyembuhkan pasien dan mengembalikan kualitas hidup dan produkti0itas Mencegah kematian karena penyakit TB akti, atau e,ek lan"utannya Mencegah kekambuhan Mengurangi tranmisi Mencegah ter"adinya resistensi obat serta penularannya

#engobatan TB terbagi men"adi - ,ase A Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1"

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa $ Fa Fase se inte intens nsi,  i,  - Fa Fase se la lan" n"ut utan an #ada umumnya lama pengobatan adalah 15; bulan 6 bat 6ntitu 6ntituberkulosis berkulosis (6 (6T T) bat lini pertama adalah A • Isonia*id (IN) • <i,ampisin (<) • #ira*inamid () • Etambutol (E) • Streptomisin (S) bat lini kedua adalah A • • • • • • •

@anamisin @apreomisin 6mikasin @uinolon Sikloserin Etionamid:protionamid #ara5amino Salisilat (#6S)

bat lini kedua hanya digunakan pada kasus resisten obat! terutama TB multi drug resistant (MD<) @emasan A •

bat tunggal! obat disa"ikan secara terpisah masing5masing IN!



ri,ampisin! pira*inamid! dan etambutol bat kombinasi dosis tetap:@DT (FiGed Dose =ombination:FD=) yang terdiri dari -52 obat dalam $ tablet

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1#

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa Dosis Oba 7ni Tuberkulosis

H

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1$

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

ntuk pasien yang berumur 1. tahun ke atas dosis maksimal untuk streptomisin adalah 7.. mg tanpa memperhatikan berat badan

B$ Pand Panduan uan oba oba ani aniube uberkul rkulosis osis #engobtan TB standar dibagi men"adi #asien baru • #aduan obat yang dian"urkan -<E:2< dengan pemberian dosis

setiap hari Bila menggunakan program 6T! maka pemberian dosis setiap hari  pada ,ase intensi, dilan"utkan dilan"utkan dengan pemberian d dosis osis & kali •

seminggu dengan DT -<E:2&<& #ada pasien dengan ri9ayat pengobatan TB lini pertama! pengobatan sebaiknya berdasarkan hasil u"i kepekaan secara indi0idual Selama menunggu hasil u"i kepekaan! diberikan panduan obat





-<ES:<E:7<E #asien Multi Drug <esistant (MD<) Tuberculosis paru dan ekstraparu diobati dengan regimen pengobatan yang sama dan lama pengobatan yang berbeda yaituA Meningitis TB! lama pengobatan %5$- bulan karena terdapat resiko kecacatan dan mortalitas Etambutol sebaiknya diganti dengan



streptomisin TB tulang! lama pengobatan % bulan karena sulit untuk menilai respon  pengobatna



@ortikostreroid diberikan pada meningitis TB dan pericarditis TB

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1%

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa •

/im,adenitis TB! lama pengobatan minimal % bulan

E,ek samping obat antituberkulosis

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1&

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

E/aluasi pasien %ang elah sembuh s embuh

#asien TB yang telah dinyatakan sembuh sebaiknya tetap die0aluasi minimal dalam - tahun pertama setelah sembuh al yang die0aluasi adalah mikroskopis BT6 dan ,oto torak (sesuai indikasi:bila terdapat ge"ala) tabel 7 De,inisi kasus hasil pengobatan a) asil Sembuh

De,inisi • #asien dengan hasil sputum BT6 atau kultur positi, sebelum  pengobatan! dan hasil hasil  pemeriksaan sputum BT6 BT6 atau kultur negati0e pada akhir  pengobatan serta sedikitnya sedikitnya satu kali pemeriksaan sputum •

sebelumnya negati0e #ada ,oto toraks! gambaran radiologi serial (minimal - bulan)



tetap sama:perbaikan Bila terdapat ,asilitas biakan! maka kriteria ditambah biakan

#engobatan lengkap

 



negati0e #asien yang telah menyelesaikan  pengobatan tetapi tidak tidak meiliki

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1'

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa hasil pemeriksaan sputum atau +agal pengobatan

 



kultur pada akhir pengobatan  b) #asien dengan hasil sputum atau kultur positi, pada bulan kelima

Meninggal



atau lebih dalam pengobatan #asien yang meninggal dengan apapun penyebabnya selama

/alai berobat

 



 pengobatan #asien dengan pengobatan terputus dalam 9aktu - bulan

#indah



 berturut5turut atau lebih #asien yang pindah ke unit(pencatatan dan pelaporan)  berbeda dan hasil akhir

#engobatan sukses:berhasil

 



 pengobatan belum diketahui diketahui 3umlah pasien yang sembuh

ditambah pengobatan lengkap a) De,inisi untuk TB paru BT6 positi, dan negati0e! dan TB ekstraparu  b)

#emeriksaan sputum belum dilakukan atau hasilnya belum ada

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta (

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa <esisten +anda (Multi Drug <esistance) Faktor yang mempengaruhi ter"adinya TB5MD<  Tuberkulosis Tuberkulo sis resisten obat anti TB (6 (6T T) pada dasarnya adalah suatu ,enomena  buatan manusia! sebagai akibat dari pengobat pengobatan an yang tidak adeku adekuat at Faktor  penyebab resistensi 6T 6T terhadap kuman Mtube Mtuberculosis rculosis antara lainA •

Factor mikrobiologikA o <esisten yang natural o <esisten yang didapat o 6mpli,ier e,,ect o 4irulensi kuman o Tertular galur kuman  MD< 



Faktor @linik  o #enyelenggara kesehatan  @eterlambatan diagnosis  #engobatan tidak mengikuti pedoman  #enggunaan panduan 6T yang tidak adekuat yaitu karena  "enis obatnya yang yang kurang atau karena lin lingkungan gkungan tersebut telah terdapat resistensi yang tinggi terhadap 6T yang 

digunakan misalkan ri,ampisin atau IN Tidak ada guideline:pedoman

 

Tidak ada pemantauan pengobatan Fenomena addition syndrome yaitu suatu obat yang ditambahkan pada satu panduan yang telah gagal Bila kegagalan ini ter"adi karena kuman TB telah resisten pada  panduan yang pertama pertama maka JpenambahanK $ "eni "eniss obat

 o

tersebut akan menambah pan"ang da,tar obat yang resisten rganisasi program nasional TB yang kurang baik 

bat

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 1

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa 

#engobatan TB "angka 9aktunya lama! lebih dari 1 bulan



sehingga membosakan pasien bat toksik menyebabkan e,ek samping sehingga pengobatan



gagal sampai selesai:komplit bat tidak dapat diserap dengan baik missal ri,ampisin



diminum setelah makan! atau ada diare @ualitas obat kurang baik missal penggunaan obat kombinasi

  

dosis tetap yang mana bioa0ibilitas ri,ampisin berkurang <egimen: dosis obat yang tidak tepat arga obat yang tidak ter"angkau #engadaan obat terputus

 • • • • • • •





#asien #M tidak ada: kurang baik  @urangnya in,ormasi atau penyuluhan @urang dana untuk obat! pemeriksaan penun"ang dll E,ek samping obat Sarana dan prasarana transportasi sulit : tidak ada Masalah social +angguan penyerapan obat

Factor program o Tidak ada ,asilitas untuk biakan dan u"i kepekaan o 6mpli,ier e,,ect o Tidak ada program DTS5#/S o #rogram DTS belum ber"alan dengan baik  o Memerlukan biaya yang besar  Faktor I4:6IDS o @emungkinan ter"adi TB5MD< lebih besar  o +angguan penyerapan o

@emungkinan ter"adi e,ek samping lebih besar 

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta 

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa



Factor kuman o @uman Mtuberculosis super strains  Sangat 0irulen  Daya tahan hidup lebih tinggi  Berhubungan dengan TB5MD< 

DE8I9ISI TB*-DR 

<esistensi ganda adalah Mtuberculosis yang resisten minimal terhadap ri,ampisin dan IN dengan atau tanpa 6T lainnya<i,ampisin dan IN merupakan - obat yang sangat penting pada pengobatan TB yang diterapkan pada strategi DTS Secara umum resistensi terhadap obat anti TB dibagi men"adiA o

o

o

<esistensi primer ialah apabila pasien sebelumnya tidak pernah mendapat  pengobatan 6T 6T atau telah mendapatkan mendapatkan pengobatan 6 6T T selama $ bulan <esistensi inisial ialah apabila kita tidak tahu pasti apakah pasien sudah ada ri9ayat pengobatan 6T sebelumnya atau belum pernah <esistensi sekunder ialah apabila pasien sudah pernah mendapatkan  pengobatan 6T 6T minimal $ bulan

Kaegori Resisensi -$uber"ulosis Terhadap O7T

Terdapat Te rdapat lima "enis kategori rresistensi esistensi terhadap obat TBA

o

Mono5resistanceA kekebalan terhadap salah $ 6T #oly5resistanceA kekebalan terhadap lebih dari $ 6T! selain kombinasi

o

isonia*id dan ri,ampisin Multidrug5resistance (MD<)A kekebalan terhadap sekurang5kurangnya

o

isonia*id dan ri,ampisin

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa o

EGtensi0e drug5resistance (D<)A TB5MD< ditambah kekebalan terhadap salat satu obat golongan ,lourokuinolon! dan sedikitnya salah satu dari 6T

o

in"eksi lini kedua Total To tal drug5resistanceA resisten baik dengan lini pertama maupun lini kedua #ada kondisi ini tidak ada lagi obat yang dapat dipakai

Suspek TB*-DR  Pasien %ang di"urigai TB*-DR adalah: o

@asus TB paru dengan gagal pengobatan pada kategori - Dibuktikan

o

dengan rekam medis sebelumnya dan ri9ayat penyakit dahulu #asien TB paru dengan hasil pemeriksaan dahak tetap positi, setelah sisipan

o

dengan kategori #asien TB yang pernah diobati di ,asilitas non5DTS! termasuk yang

o

mendapat 6T lini kedua #asien TB paru yang gagal pengobatan kategori $ #asien TB paru dengan hasil pemeriksaan dahak tetap positi, setelah sisipan

o

dengan kategori $ TB paru kasus kambuh

o

o o

#asien TB yang kembali setelah lalai pada pengobatan kategori $ atau Suspek TB dengan keluhan! keluhan! yang tingg tinggal al dekat denga pasien TB5MD<

o

kon,irmasi termasuk petugas kesehatan yang bertugas di bangsal TB5MD<  TB5I4

#asien yang memenuhi Lkriteria suspek harus diru"uk ke laboratorium dengan  "aminan mutu eksternal yang yang ditun"uk untuk pemeriksaan biakan da dan n u"i kepekaan obat Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa Tatalaksana reaksi kutaneus 6pabila ter"adi reaksi gatal tanpa kemerahan dan tidak ada penyebab lain maka  pengobatan yang direkomendasikan direkomendasikan adalah sim simtomatis tomatis seperti menggunaka menggunakan n antihistamin #engobatan dengan 6 6T T dapat diteruskan dengan mengobser0asi  paien6pabila ter"adi ter"adi kemerahan pada kulit maka 6 6T T harus di hentikan

D$ PE9OB7T PE9OB7T79 79 SUPORTI83 SI-PTO-7TIS

$ #asien ra9at "alan a #ada pen pengoba gobatan tan pasie pasien n TB perlu dip diperhat erhatikan ikan kea keadaan daan kli klinisny nisnya a Bila keadaan klinis baik dan tidak ada indikasi ra9at! pasien dapat dibeikan ra9at  "alan Selain 6T 6T kadang perlu pengobatan pengobatan tambahan atau suporti,:simptomatis untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau mengatasi ge"ala:keluhan Terdapat Te rdapat banyak bukti bah9a per"alanan klinis dan hasil akhir penyakit in,eksi termasuk TB sangat dipengaruhi kondisi kurangnya nutrisiMakanan sebaiknya bersi,at tinggi kalori5proteinSecara umum protein he9ani lebih superior dibandingkan nabati dalam merumat imunitas Selain itu bahan mikronutrien seperti ink! 0itamin D!6!= dan *at besi diperlukan untuk mempertahankan imunitas tubuh terutama imunitas seluler yang berperan  penting dalam mela9an mela9an TB peningkatan peningkatan pemakaian energ energy y dan penguraian

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  "aringan yang berkaitan berkaitan dengan in,eksi dapat meningkatkan kebut kebutuhan uhan mikronutrien seperti 0itamin 6!E!B1!=!D dan ,olate Beberapa rekomendasi pemberian nutrisi untuk penderita TB adalahA •



#emberian makanandalam "umlah porsi kecildiberikan 1 kali perhari lebih diindikasikan menggantikan porsi biasa tiga kali per hari Bahan5bahan makanan rumah tangga! seperti gula! minyak nabati! mentega kacang! telur dan bubuk susu kering nonlemak dapat dipakai untuk pembuatan bubur! sup ! kuah daging atau minuman berbahan susu untuk menambah kandungan kalori dan protein tanpa menambah



 besar ukuran makanan Minimal 7..5>7. ml perhari susu atau yogurt yang dikonsumsi untuk



mencukupi asupan 0itamin D dan kalsium secara adekuat Minimal 751 porsi buah dan sayuran dikonsumsi setiap hari Sumber terbaik 0itamin B1 adalah "amur! terigu! li0er sereal! polong!



kentang! pisang dan te terigu rigu ha0 ha0er  er  6lcohol harus dihindari karena hanya mengandung kalori tinggi! tidak



memiliki 0itamin "uga dapat memperberat ,ungsi hepar  Men"aga asupan cairan yang adekuat (minum minimal 15; gelas



 perhari) • #erinsipnya pada pasien TB tidak ada pantangan  b Bilademam dapat diberikan obat penurun panas: panas:demam demam c Bila per perlu lu dapat di diberik berikan an obat un untuk tuk meng mengatasi atasi ge ge"ala "ala bat batuk! uk! sesa sesak k napas atau keluhan lain - #asien <a9at Inap Indikasi ra9at inap A TB paru disertai keadaan: komplikasi sbbA a Ba Batu tukd kdar arah ah ma mass ssi,  i,   b @eadaan umum buruk  Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta $

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa c d e ,

#n #neu eumo moto tora raks ks Empiema E,u E,usi si p pleu leura ra m masi asi,, :b :bila ilater teral al Ses Sesak ak n napa apass b bera eratt (bu (bukan kan kar karena ena e,u e,usi si p pleu leura) ra)

TB di luar luar paru yang mengancam "i9a A a TB pa paru ru mi mili lier  er   b Meningitis TB #engobatan suporti, : simptomatis yang diberikan sesuai dengan keadaan klinis dan indikasi ra9at D$ TER7PI PE-BED7179 Indikasi operasi $ Indi Indika kasi si mutl mutlak  ak 

a #asie #asien n batuk da darah rah yang m masi, asi, tid tidak ak dapa dapatt diata diatasi si deng dengan an cara ko konser0 nser0ati,  ati,   b #asien dengan ,istula bronk bronkopleura opleura dan empiema yan yang g tidak dapat diatasi diatasi secara konser0ati,  - Indi Indika kasi si re rela lati ti,  ,  a #asien d dengan engan dahak n negati egati,, deng dengan an batu batuk k darah b berula erulang ng  b @erusakan satu paru atau llobus obus dengan keluhan c Sis Sisaa k ka0i a0iti ti yan yang gm mene enetap tap Tindakan Tinda kan in0asi, (selain pembedahan) • • •

Bronkoskopi #unksi pleura #emasangan 'SD ('ater Sealed Drainage)

#embedahan dapat dipertimbangkan sebagai pengobatan dalam TB ekstraparu#embedahan dibutuhkan dalam pengobatan komplikasi pada keadaan seperti hidrose,alus! obstruksi uropati! perikarditis konstrukti,! dan keterlibatan sara, pada TB tulang belakang (TB spinal)#ada lim,adenitis TB yang besar dan

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta %

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  berisi cairan maka diperlukan diperlukan tindakan drainase at atau au aspirasi:insisi sebagai sal salah ah satu tindakan terapeutik dan diagnosis E$ E27LU7SI PE9OB7T79

E0aluasi pasien meliputi e0aluasi klinis! bakteriologi! radiologi! dan e,ek samping obat! serta e0aluasi keteraturan berobat E/aluasi klinis • •

#asien di e0aluasi secara periodic E0aluasi terhadap respon pengobatan dan ada tidaknya e,ek samping obat serta ada tidaknya komplikasi penyakit



E0aluasi klinis meliputi keluhan ! berat badan! pemeriksaan ,isis

E/aluasi bakeriologi )6*#*;*< 35 bulan( • •



Tu"uan untuk mendeteksi ada tidaknya kon0ersi dahak  #emeriksaan  e0aluasi pemeriksaan mikroskopik  o Sebelum pengobatan dimulai o Setelah - bulan pengobatan (setelah ,ase intensi,) o #ada akhir pengobatan Bila ada ,asiliti biakan A dilakukan pemeriksaan biakan dan u"i resistensi

E/aluasi radiologi

#emeriksaan dan e0aluasi ,oto toraks dilakukan padaA    

Sebelum pengobatan Setelah - bulan pengobatan (kecuali pada kasus yang "uga dipikirkan kemungkinan keganasan dapatdilakukan $ bulan pengobatan) #ada akhir pengobatan

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta &

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa Diagnosis Tuberkulosis Tuberkulosis Multi <esistant Drug • •

Diagnosis TB5MD< dipastikan berdasarkan u"i kepekaan Semua suspek TB5MD< diperiksa dahaknya untuk selan"utnya dilakukan  pemeriksaan biakan dan u"i u"i kepekaan terhadap M MTuberculos Tuberculosis is yang resisten minimal terhadap ri,ampisin dan IN! maka dapat ditegakkan diagnosis TB5 MD<

Penaalaksanan TB*-DR 

@elompok 6T yang digunakan pada TB5MD<  Kelompok O7T %ang digunakan dalam pengobaan TB resisen oba •

@elompok $ A 6T lini $ Isonia*id ()! <i,ampisisn (<)! Etambutol



(E)! #ira*inamid ()! <i,abutin (<,b) @elompok - A obat suntik @anamisin (@m)! 6mikasin (6m)!



@apreomisin (=m)! Streptomisin (S) @elompok & A Fluorokuinolon F luorokuinolon Moksi,losaksin (M,G)! /e0o,loksasin



(/,G)! ,loksaksin (,G) @elompok 2 A Bakteriostatik 6T! lin kedua Etonamid (Eto)!



#rotionamid (#to)! Siklosrin (=s)! Ter*idone (Trd)! #6S @elompok 7 A obat yang belum diketahui e,ekti0itasnya! @lo,a*imine (=,*)! /ine*oid (l*d)! 6moksicla0 (6mG:cl0)! tioseta*one (Th*)! Imipenem:cilastin (Ipm:cln)!  dosis tinggi! @laritromisin (=lr)

Sraegi pengobaan

Strategi pengobatan sebaiknya berdasarkan u"i kepekaan dan ,rekuensi penggunaan 6T di negara tersebut •

#engobatan standar 

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta '

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa •

#engobatan Empiris Setiap regimen pengobatan dibuat berdasarkan ri9ayat pengobatan TB  pasien sebelumnya dan data data hasil u"i kepekaan populasi representati0e Biasanya regimen empiris akan disesuaikan setelah terdapat hasil u"i



kepekaan indi0idual #engobatan indi0idual <egimen pengobatan berdasarkan hasil u"i kepekaan dan ri9ayat pengobatan TB sebelumnya <egimen standar TB5MD< Indonesia adalah A 1   (E)  @n 5 /,G 5 Eto  =s  Apira*inamid! E A etambutol! @n A kanamisin! /,G Ale0o,loksasin! Eto A etionamid! =s A sikloserin Etambutol tidak diberikan "ika terbuki resisten

Lama fase inensif 

 #emberian obat suntik atau ,ase intensi, yang y ang direkomendasikan adalah  berdasarkan kultur kon0ersi kon0ersi bat suntik dite diteruskan ruskan sekurang5kurangnya 1 b bulan ulan dan minimal 2 bulan setelah hasil sputum atau kultur yang pertama men"adi negati,

Lama pengobaan

/amanya pengobatan bedasarkan kultur kon0ersi #anduan yang direkomendasikna adalah meneruskan pengobatan minimal $; bulan setelah s etelah kultur kon0ersi Pembedahan TB*-DR 

#rosedur pengobatan yang paling sering dilakukan padap pasien TB5D< adalah reseksiDari hasil beberapa penelitian pembedahan e,ekti, dan relati, Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !(

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa aman#embedahan tidak diindikasikan pada penderita dengan gangguan paru luas  bilateral#embedahan dilakukan dilakukan pada kasus5kasus a9al a9al seperti kelainan satu lobus atau paru dan setelah pemberian pengobatan selama - bulan untuk menurunkan in,eksi bakteri dalam paruSetelah pembedahan! pengobatan tetap diberikan selama $-5-2 bulan

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !1

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

TB pada kasus Khusus TB pada 1I2

TB adalah I yang pada urutan kedua dalam da,tar ,rekuensi I di Indonesia! dan  "uga penyebab kematian kematian tertinggi untuk dha Namun TB TB pada dha dapat dicegah dan diobati dengan obat yang tersedia gratis oleh pemerintah

Dampak TB pada 1I2

Seperti dibahas sebelumnya! sistem kekebalan tubuh bertugas untuk mela9an in,eksi yang menyerang tubuh saha menyerang in,eksi ini dapat melemahkan sistem kekebalan! dan menyebabkan "umlah =D2 menurun! 9alaupun biasanya setelah sembuh! =D25nya naik  lagi Tetapi Tetapi bila sistem kekebalan seorang dha harus mela9an in,eksi lain! serangannya terhadap I4 berkurang 3adi kalau in,eksi TB pada dha men"adi akti,! "umlah =D25nya dapat menurun drastis

Dampak 1I2 pada TB

'alau 'a lau siapa pun dapat terin,eksi TB! dha lebih rentan terhadap in,eksi TB/agi  pula! in,eksi pada orang orang I45negat I45negati, i, hanya men"adi akti, set setelah elah beberapa tahun! dan kebanyakan (lebih dari %. persen) tidak mengembangkan TB akti,Sebaliknya!  bila dha terin,eksi TB! in,eksi lebih m mungkin ungkin men"adi akti,! dan in,eksi men"adi akti, lebih cepat TB akti, akan ter"adi pada rata5rata 7. persen dha selama kehidupannya! dibandingkan dengan hanya 75$. persen orang I45 I45negati, negati, 6da semakin banyak bukti bah9a dha lebih mungkin mengembangkan TB akti, bila  bertemu dengan orang lain lain dengan TB ak akti, ti, 3adi ada risiko buat  dha dha bila men"enguk teman dengan TB akti, Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa /agi pula TB lebih sulit didiagnosis dan diobati pada dha  alasannya dibahas di  ba9ah 'alaup 'alaupun un TB biasanya di dianggap anggap sebagai I! berbeda berbeda dengan kebanyak kebanyakan an I lain! TB paru dapat dialami dengan "umlah =D2 yang masih tinggi Namun risiko mengembangkan TB akti, semakin tinggi pada saat kerusakan sistem kekebalan tubuh semakin berat

Terapi anirero/iral bersama dengan pengobaan TB

<i,ampisin berinteraksi dengan ne0irapine (satu "enis 6< 6<4) 4) #enelitian baru menun"ukkan bah9a interaksi ini kemungkinan besar tidak akan menimbulkan masalah Namun! pedoman saat ini mengusulkan penggunaan ne0irapine bersama ri,ampisin hanya bila tidak ada pilihan lain bat anti5TB ini tersedia gratis di semua puskesmas dan rumah sakit ru"ukan 6IDS di seluruh 9ilayah Indonesia bat ini "uga tersedia gratis di beberapa layanan kesehatan lain yang telah beker"a sama dalam program penanggulangan TB nasional Selain obat anti5TB! kita "uga umumnya diberikan satu macam pil lagi! yaitu  piridoksin bat ini ini adalah 0itamin B1! B1! yang dipakai untu untuk k mengurangi ke"adian e,ek samping yang dapat disebabkan oleh IN

Seperti dibahas sebelumnya! obat anti5TB (6T) lebih sulit bila kita "uga I45  positi,Sering kali orang diketahui terin,eksi  I4 I4 setelah ada diag diagnosis nosis TB6pakah sebaiknya mulai 6T dahulu! 6<T dahulu! atau dua5duanya bersamaOMasalahnya  bila bersama! dha harus langsung langsung minum sangat ban banyak yak pil sekaligus! dan bila ada e,ek samping! sulit diketahui disebabkan oleh obat mana ntuk pasien yang sangat sakit dengan TB! beban pil dapat terlalu besar3adi sebaiknya 6<T dimulai 9aktu 6T berubah men"adi ,ase lan"utan (dengan dua Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !!

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  "enis obat sa"a)Namun bila bila penyakit I4 sangat lan"ut! 6< 6<T T ssebaiknya ebaiknya dimulai lebih cepat'alaupun cepat'alaupun begitu! sebaiknya menunggu hingga pasien sudah stabil dengan 6T (tidak lagi mengalami e,ek samping) sebelum mulai 6<T! seperti ditun"ukkan pada tabel yang berikut@adang kala "umlah =D2 dapat naik ta"am setelah TB mulai sembuh! "adi ada yang mengusulkan dites =D2 lagi sebelum mulai 6<T 6<T untuk meyakinkan dha masih memenuhi kriteria •

#ada kasus imunosupresi yang berat (=D2 P $..)! mungkin perlu dipikirkan untuk memulai terapi TB terlebih dahulu kemudian kita bisa memulai terapi 6<T minimal - minggu setelah terapi DTS #asien haris dimonitor secara ketat untuk mengantisipasi ter"adinya I<IS



#ada kasus =D2 antara $..5-..! DTS bisa dimulai terlebih dahulu dan 6<T bisa mengikuti setelah - bulan kemudian #ada saat ini re"imen DTS sudah men"adi lebih ringan dibandingkan ,ase inisial



#ada kasus =D2 lebih dari -..! terapi 6<T bisa bisa dimulai setelah DTS selesai! setelah 1 atau % bulan kemudian

La%anan kesehaan unuk TB dan 1I2

Dengan semakin banyak kasus TB di antara dha! dan "uga semakin banyak pasien dengan TB diketahui "uga terin,eksi I4! adalah semakin penting disediakan layanan kesehatan yang terpadu untuk kedua in,eksi ini Memadukan layanan kesehatan untuk TB dan I4 memberi man,aat yang berikutA #asien dengan I4 dan TB bersama dapat diobati dengan satukun"ungan ke klinikDengan mengurangi 9aktu tunggu di klinik! risiko dhamen"adi tertular TB dikurangi Bila dicurigai pasien TB "uga terin,eksi I4! I4! dia dapat langsung diru"uk ke konseling dan tes I4#enyakit TB pada dha lebih cepat ditangani @epatuhan terhadap terapi TB dan I4 dapat didorongbersama#etugas yang menangani TB dapat lebih banyak pengalamanmengenai I4 dan sebaliknya Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !"

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

Tes 1I2

@arena in,eksi TB semakin berhubungan dengan in,eksi I4 I4!! petuga petugass kesehatan yang menangani kasus TB sebaiknya "uga mengambil sikap curiga apakah pasien  "uga terin,eksi I4 I4Bila pasien pernah berperilaku berperilaku berisiko! dia sebaik sebaiknya nya diru"ukkan pada layanan tes I4 /ayanan ini sering disebut sebagai "oluntary counselling and testing (4=T) atau tes secara sukarela yang dilakukan berdasarkan in,ormasi yang lengkap dan tepat

Sekilas enang es 1I2

ntuk melakukan tes I4! darah kita diambil untuk dites dengan alat tertentuTes I4 tidak mencari 0irus di dalam darah ituQ yang dicari adalah antibodi terhadap 0irus yang dibentuk oleh system kekebalan tubuhSistem kekebalan tubuh membutuhkan beberapa minggu atau bulan setelah kita terin,eksi untuk membentuk antibodi 3adi bila kita dites segera setelah kita terin,eksi! hasil tes akan negati0e 9alaupun ada I4 di dalam tubuh kita 'aktu 'aktu antara kita terin,eksi dan tes I4 mampu menun"ukkan hasil positi, disebut sebagai Lmasa  "endelantuk kebanyakan kebanyakan orang! masa "endela "endela tidak lebih dari ttiga iga bulan 3ika kita memutuskan untuk melakukan tes I4 I4!! darah kita dites sedikitnya satu kali3ika hasil dari tes ini negati,! kita dianggap tidak terin,eksi atau mungkin dalam masa "endela Tes a9al ini sering dilakukan dengan cara yang sederhana! dengan memakai alat yang disebut tes cepat! yang dapat menun"ukkan hasil dalam -. menit 3ika hasil dari tes pertama ini positi, (sering disebut sebagai reakti,)! darah kita biasanya dites sekali atau dua kali lagi dengan tes lain

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !#

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa sebagai kon,irmasi Tes Tes ini dapat dilakukan dengan tes cepat yang lain atau dengan alat yang disebut E/IS6

Pasien TB dengan 1epaiis

a) #asien TB dengan epatitis akutA #emberian 6T pada pasien TB dengan hepatitis akut dan atau klinis ikterik! ditunda sampai hepatitis akut mengalami  penyembuhan Sebaiknya Sebaiknya diru"uk ke ,asilitas k kesehatan esehatan ru"ukan untuk  penatalaksanaan  b) #asien dengan kondisi kondisi berikut dapat diberikan diberikan paduan pengoba pengobatan tan 6 6T T yang  biasa digunakan apabila apabila tidak ada kondisi kondisi kronis A   epatitis 0irus carrier    <i9ayat hepatitis akut   @onsumsi alkohol berlebihan <eaksi hepatotoksis terhadap 6T umumnya ter"adi pada pasien dengan kondisi tersebut diatas sehingga harus di9aspadai  c) epatitis @ronis pada pasien yang dicurigai mempunyai penyakit hati kronis!  pemeriksaan ,ungsi hati harus harus dilakukan sebelum memu memulai lai pengobatan 6pabil 6pabilaa hasil pemeriksaan ,ungsi hati R& G normal sebelum memulai pengobatan! paduan 6T berikut ini dapat dipertimbangkanA  - obat yang hepatotoksik A - <SE : 1 < : % <E  $ obat yang hepatotoksik A - ES : $. E

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !$

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  Tanpa Tanpa obat yang hepatotoksik A $;5-2 SE ditambah salah satu golongan ,luorokuinolon

$ @ons @onsultasi ultasi dokte dokterr spe spesiali sialiss di dian"u an"urkan! rkan! - #emant #emantauan auan kl klinis inis da dan n /FT sel selalu alu dil dilakuka akukan n denga dengan n seksam seksama! a! # #ada pengobatan 6T 6T sebaiknya rutin kontrol untuk melihat melihat adanya e,ek samping dan e,ekti,itas pengobatan

#atogenesis <i,ampisin A <i,ampisin memiliki "alur utama dengan deasetilasi! membuat deasetil ri,ampicin sehingga terpisah secara hidrolisis menghasilkan &5,ormil ri,ampisin <i,ampisin dapat menyebabkan dis,ungsi hepatoseluler di a9al pengobatan! dimana dapat ter"adi tanpa penghentian obat iniMekanisme ri,ampisin menginduksi hepatotoksik belum diketahui dan tidak dapat diprediksi Sampai sekarang belum diketahui adanya metabolit toksik reakti, dari ri,ampisin INA Metabolisme utama IN adalah asetilasi oleh en*im n5asetiltrans,erase (N6T(N6 T-)) dan =# -E$ dan menghasilkan hepatotoksin idra*in merupakan  penyebab hepatotoksisitas hepatotoksisitas pada penggunaan penggunaan IN #enelitian pada mikrosom li0er tikus menun"ukkan bah9a terbentuk radikal N- selama proses metabolisme hidra*in secara oksidasi! yang kemungkinan merupakan penyebab utama hepatotoksisitas #enelitian menun"ukkan bah9a 6TD lebih mudah ter"adi dan dapat men"adi parah pada kelompok asetilator lambat #ada asetilator lambat lebih  banyak IN yang tertinggal tertinggal untuk dihi dihidrolisis drolisis langsung men"adi hidra*in serta terakumulasi sebagai asetil hidra*in yang berubah men"adi hidra*in$!2U Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !%

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa #ira*inamid A Mekanismenya masih belum diketahui! #ira*inamid di metabolisme di li0er epatotoksisitas epatotoksisitas pada #ira*inamid lebih sering ter"adi pada dosis yang tinggi

TB pada Diabees -elius

ubungan antara TB dan DM telah lama diketahui karena pada kondisi diabetes terdapat penekanan pada respon imun penderita yang selan"utnya akan mempermudah ter"adinya in,eksi oleh mikobakteri Myco!acterium mikobakteri  Myco!acterium tu!erculosis tu!erculosis   (Mtb) dan kemudian berkembang men"adi penyakit tuberkulosis #asien dengan diabetes memiliki risiko terkena tuberkulosis sebesar -5& kali lipat dibandingkan dengan orang tanpa diabetes- Interaksi antara penyakit k kronik ronik seperti TB dengan DM perlu mendapatkan perhatian lebih lan"ut karena kedua kondisi penyakit tersebut seringkali ditemukan secara bersamaan yaitu sekitar 2-!$8! terutama pada orang dengan risiko tinggi menderita TB Diabetes mellitus telah dilaporkan dapat mempengaruhi ge"ala klinis TB serta berhubungan dengan respons lambat pengobatan TB dan tingginya mortalitas #eningkatan reakti0asi TB "uga telah dicatat pada penderita DM Sebaliknya "uga  bah9a penyakit tuberkulosis tuberkulosis dapat mengin menginduksi duksi ter"adinya intol intoleransi eransi glukosa dan memperburuk kontrol glikemik pada pasien dengan DM! namun akan mengalami  perbaikan dengan pengobatan pengobatan anti T TB B (6 (6T T)paya pencegahan dan pengendalian dua penyakit mematikan DM dan TB sangat penting untuk menurunkan mortalitas karena TB! oleh karena itu penting untuk diketahui bagaimana mekanisme DM dapat menyebabkan TB dan bagaimana TB dapat mempengaruhi kontrol glikemik  pada penderita DM

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !&

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa Risiko uberkulosis pada diabees mellius

3umlah penyakit tidak menular tercatat sebesar 2>8 dari seluruh beban penyakit yang ada di negara berkembang pada tahun $%%. sedangkan penyakit menular masih menempati urutan pertama sebagai masalah di bidang kesehatan! namun  pada tahun -.-. akan akan ter"adi kondisi se sebaliknya baliknya yaitu persentase penyakit tidak menular diperkirakan akan meningkat men"adi sebesar 1%8 Meningkatnya industrialisasi dan urbanisasi menyebabkan meningkatnya angka obesitas dan diabetes #ada tahun -... terdapat sekitar $>$ "uta orang yang menderita diabetes yang "umlahnya akan terus meningkat men"adi &11  22. "uta di tahun -.&.! tiga  perempat dari "umlah penderita penderita diabetes tersebut hid hidup up di negara berkemban berkembang g Sementara itu TB masih men"adi penyakit dengan angka kematian yang tinggi! terdapatnya komorbid seperti diabetes menyebabkan penatalaksanaan dan kontrol  penyakit TB men"adi men"adi sulitBeberapa pen penelitian elitian menemukan bah9a bah9a kombinasi  penyakit TB dan dan DM sering ditemukan baik di negara berkemban berkembang g maupun di negara ma"u Suatu penelitian longitudinal di @orea selama & tahun pada ;..... pega9ai negeri sipil mendapatkan risiko relati, TB pada pasien DM dibandingkan dengan kontrol tanpa DM adalah sebesar &!2> #enelitian di ongkong selama 7 tahun  pada 2-... geriatri "uga "uga mendapatkan risiko untuk terkena T TB B akti, adalah lebih  besar pada pasien dengan DM dibandingkan dengan pasien tanpa DM! DM! namun  peningkatan risiko tersebut tersebut hanya didapat didapatkan kan pada pasien5pasien DM dengan kadar  hemoglobin terglikosilasi (b 6$c) 6$c) lebih besar dari >8Diabetes mellitus tetap men"adi salah satu ,aktor risiko terpenting untuk penyakit TB bersama dengan in,eksi! malnutrisi! alkoholisme dan I4 di negara India #re0alens TB paru pada

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta !'

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  penderita DM di India India ber0ariasi dari &!&8 men"ad men"adii ;!&8 atau sekitar 2 kali dari  populasi umum angguan fungsi imun pada diabees mellius

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan  penurunan sistem imunitas imunitas selularTe selularTerdapat rdapat penurunan "umlah sel lim,osit T d dan an netro,il pada pasien DM yang disertai dengan penurunan "umlah T helper $ (Th$) dan penurunan produksi mediator in,lamasi seperti TNF V! I/5$W serta I/51 I /51 /im,osit Th$ mempunyai peranan penting untuk mengontrol dan menghambat  pertumbuhan basil Mtb! Mtb! sehingga terdapatnya penurunan pada "umlah maupun ,ungsi lim,osit T secara primer akan bertanggung"a9ab terhadap timbulnya kerentanan pasien DM untuk terkena TB Fungsi makro,ag "uga mengalami gangguan yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk menghasilkan reacti"e o$ygen species! species! ,ungsi kemotaksis dan ,agositik yang menurun > In,eksi oleh basil tuberkel akan menyebabkan gangguan yang lebih lan"ut pada sitokin! makro,ag5 monosit dan populasi sel T =D2:=D; @eseimbangan antara sel lim,osit T =D2 dan =D; memainkan peranan penting dalam mengatur pertahanan tubuh mela9an mikobakteri dan menentukan kecepatan regresi pada TB akti, Dera"at hiperglikemi "uga berperan dalam menentukan ,ungsi mikrobisida  pada makro,ag #a"anan kadar kadar gula darah sebesar -.. mg8 secara secara signi,ikan dapat menekan ,ungsi penghancuran oksidati, dari makro,ag #enderita DM yang kurang terkontrol dengan kad kadar ar hemoglo hemoglobin bin terg terglikasi likasi (b6$ (b6$c) c) tinggi menyebabkan TB men"adi lebih parah dan berhubungan dengan mortalitas yang lebih tinggi Selain ter"adi kerusakan pada proses proses imunologi! pada pas pasien ien DM "uga terdapat ganggu gangguan an ,isiologis paru seperti hambatan dalam proses pembersihan sehingga memudahkan  penyebaran in,eksi pada inang +likosilasi n non on en*imatik pada prot protein ein "aringan menginduksi ter"adinya gangguan pada ,ungsi mukosilier atau menyebabkan Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "(

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa neuropati otonom diabetik sehingga menyebabkan abnormalitas pada tonus basal  "alan napas yang mengakibatkan mengakibatkan menurunnya reak reakti,itas ti,itas bronkus serta  bronkodilatasi +angguan +angguan ,ungsi imun dan ,i ,isiologi siologi paru pada pasien D DM M di"elaskan pada tabel

Kelainan fungsi imunologi paru pada

 

Disfungsi fisiologis paru pada D-

D+angguan kemotaksis! perlengketan!

 

<eakti,itas bronkial berkurang

,agositosis dan mikrobisida  polimor,onuklear  #enurunan monosit peri,er dengan

#enurunan elastic recoil  dan  dan 0olume

gangguan ,agositosis

 paru

Buruknya ,ungsi trans,ormasi sel blast

 

#enurunan kapasitas di,usi

men"adi lim,osit =acat ,ungsi opsonisasi =&

Sumbatan mukus pada saluran napas  

#enurunan respons 0entilasi

terhadap hipoksemia 1iperglikemia akiba uberkulosis

#ada a9al abad ke5$%! <oot mengatakan bah9a pasien TB tidak akan  berkembang men"adi DM dibandingkan deng dengan an pasien bukan T TB! B! namun  pandangan ini kemudian kemudian berubah pada tah tahun un $%7> setelah Nic Nichols hols menemukan Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "1

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  bah9a pada $>; pasien pasien TB ternyata 78 78 berkembang men"adi DM da dan n --8 memperlihatkan kelainan pada u"i penapisan #enelitian multisenter yang diadakan di India pada tahun $%;> menemukan pre0alensi DM yang sebelumnya tidak terduga pada pasien TB adalah sebesar %!>8 ! pad padaa laki5laki usia diata diatass 2. tahun didapatkan angka pre0alensi sebesar $>!;8 dibandingkan dengan usia di ba9ah 2. tahun yaitu sebesar 7!$8 Sementara pada perempuan masing5masing adalah sebesar -&!78 dan 2!.8 Secara keseluruhan untuk laki5laki dan perempuan masing5masing men"adi $.8 d dan an ;!> ;!>8 8 #enelitian di Indonesia yang dilakukan oleh 6lis"ahbana dkk menemukan $&8 pasien TB ternyata memiliki DM! "umlah ini lebih besar bila dibandingkan kontrol tanpa TB dengan usia dan "enis kelamin yang sama yaitu hanya sebesar &!-8 yang memiliki DM! dari $&8 pasien tersebut ternyata 1.8 didiagnosis sebagai pasien DM baru#enelitian di Nigeria "uga mendapatkan hasil bah9a pada  pasien TB yang disertai disertai dengan ganggu gangguan an toleransi glukosa te ternyata rnyata setelah &  bulan diberikan pengobatan pengobatan TB has hasil il tes toleransi glukosa kem kembali bali normal#enelitian di Tan*ania Tan*ania pada 7.1 pasien TB paru dengan spu sputum tum bakteri tahan asam (BT6) positi,! % di antaranya diketahui menderita DM Diabetes mellitus yang didiagnosis melalui tes toleransi glukosa oral (TT+) pada $$  pasien TB tambahan tambahan memberikan peningkatan pada pre0alens DM men" men"adi adi 28 +angguan toleransi glukosa (+T+) terdapat pada ;- pasien ($1!-8) Sebagai  perbandingan sur0ei TT+ serupa yang dil dilakukan akukan +uptan dan Shah pada suatu komunitas mendapatkan pre0alens DM hanya sebesar .!%8 dan +T+ sebesar ;!;8+angguan toleransi glukosa pada TB "auh lebih tinggi dibandingkan dengan DM 'alaupun 'alaupun +T+ dapat kembali normal pada se"umlah besar kasus TB dengan kemoterapi yang e,ekti,! namun persentase yang lebih tinggi pada +T+ adalah signi,ikan karena menurut National menurut National Dia!etes Dia!etes Data %ro %roup up dari  dari National  National &nstitutes Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa of Health $57 Health $57 persen dari pasien dengan +T+ dapat berkembang men"adi DM setiap tahunnya Data5data yang telah ditemukan di atas menekankan pentingnya dilakukan u"i penapisan DM pada pasien TB

Inoleransi glukosa pada uberkulosis

Terdapatnya Te rdapatnya kondisi seperti stres akut merupakan penyebab penting pada  perkembangan +T+ Demam! Demam! inakti,itas yang berlarut5la berlarut5larut rut dan malnutrisi dapat merangsang hormon stres sepertiA epine,rin! glukagon! kortisol dan hormon  pertumbuhan yang beker"a beker"a secara sinergis mening meningkatkan katkan kadar gula da darah rah lebih dari -.. mg8 @adar plasma I/5$ dan TNF V "uga meningkat pada penyakit berat yang dapat merangsang sekresi hormon anti5insulinsia! penyakit komorbid dan alkohol "uga dapat mempengaruhi respons inang @adar serum hormon adrenokortiko5tropin! kortisol dan T& ditemukan menurun pada pasien TB! kelainan ini menyebabkan kemampuan respons inang terhadap stress men"adi terganggu Fungsi endokrin pankreas dapat mengalami gangguan pada kasus TB yang  berat dan ternyata insidens insidens pankreatitis kronis ya yang ng disertai dengan ka kalsi,ikasi lsi,ikasi lebih tinggi pada kasus DM dengan TB! mendorong suatu keadaan de,isiensi insulin absolut@elompok protein transporter asam lemak yang terdapat pada basil tuberkel kemungkinan dapat menyebabkan disregulasi homeostasis energi pada  penyakit TB +en +en protein transporter asam lema lemak k dari mikobakterium yang diekspresikan pada hepatosit mamalia dapat meningkatkan ambilan asam lemak rantai pan"ang 6sam lemak rantai pan"ang merupakan sumber energi penting pada sebagian besar organisme serta ber,ungsi pula sebagai hormon darah yang mengatur berbagai ,ungsi penting seperti metabolisme glukosa di hepar#ada  pasien TB terdapat terdapat gangguan metabolism metabolismee lipid tersebut Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "!

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

Kerusakan pankreas akiba uberkulosis

Bukti  bukti yang menun"ukkan mikobakterium dapat menyebabkan DM meningkat dengan cepat dari 9aktu ke 9aktuSeorang ahli patologi Dr #hillip Sch9ar* membuat hipotesis bah9a TB dapat menyebabkan DM karena terdapat amiloidosis pada pankreas topsi yang dilakukan pada &&$ kasus amiloid berusia $15;> tahun! Sch9art* menemukan lesi TB yang berasal dari in,eksi TB saat anak5 anak dan --2 kasus dian diantaranya taranya terdapat amiloido amiloidosis sis pankreas Sebagian besar  pasien yang diotopsi diotopsi tersebut didiagnosis DM sebelum kematiannya seh sehingga ingga diduga amiloidosis pada sel5sel langerhans pankreas tersebut yang menyebabkan DM Menurut Sch9art* sebagian besar kasus amiloidosis pada pankreas yang menyebabkan DM harus dianggap sebagai kelainan imunologi yang disebabkan TB Diabetes mudah ditemukan dengan u"i laboratorium rutin! namun TB tidak mudah untuk ditemukan sehingga proses kerusakan tersebut berlangsung secara tersembunyi yang memerlukan 9aktu bertahun5tahun sampai kelainan tersebut ditemukan Sch9art* men"elaskan terdapat dua mekanisme TB dapat menyerang  pankreas yaitu melalui reaksi reaksi imunobiologi tok toksik5alergi sik5alergi sebagai resp respon on terhadap TB sistemik yang disebut sebagai pankreatitis! mikroba menyerang pankreas melalui toksin Mtb dan produk5produk in,lamasinya dalam peredaran darah sehingga meningkatkan kerentanan in,lamasi (reaksi hipersensiti0itas) dan menimbulkan amiloidosis Sch9art* mengakui ,akta bah9a mikroba tidak perlu selalu ditemukan dalam "aringan pankreas akan membingungkan para ilmu9an untuk generasi mendatang karena mereka akan menduga bah9a amiloidosis ini adalah suatu penyakit autoimun akibat ketidakmampuan untuk mengenali in,eksi TB tersebut Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta ""

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

Mekanisme yang lain dan lebih sedikit kemungkinan ter"adinya yaitu serangan mikobakteri secara langsung ke organ pankreas melalui penyebaran tuberkel bakteri dalam darah maupun melalui penetrasi "aringan perke"uan kelen"ar  getah bening abdominal yang ada disekitar pankreas Sel5sel langhans dan epiteloid! merupakan tanda in,eksi pada in,eksi TB! biasanya tidak ditemukan pada  "aringan pakreas! namun ter"adinya ter"adinya perke"uan dap dapat at mendorong timbuln timbulnya ya kalsi,ikasi dan amiloidosis pada pankreas /a*arus dan Folk melaporkan bah9a ketika pankreas mengalami kalsi,ikasi maka terdapat -&57.8 insidens DM $- Elias dan Marko0its melakukan percobaan pada tikus dan menemukan penyebab diabetes 'u"enile diabetes  'u"enile tergantung  tergantung insulin ternyata disebabkan karena terdapat proses reaksi silang antigen! antigen tersebut berhubungan dengan heat shoc( protein  protein  (S#) yang ditemukan pada M tb yaitu S#517 #ada penelitiannya! mereka melihat destruksi sel beta pankreas oleh lim,osit yang bertu"uan untuk menghancurkan elemen dari mikobakteria yaitu S#517Beberapa minggu kemudian mulai terbentuk antibodi terhadap S#517 bersamaan dengan antibodi antiinsulin hingga akhirnya muncullah kondisi DM tergantung insulin

7-B7R79 R7DIOLOI P7D7 P7SIE9 TB*D-

+ambaran radiologi pasien TB ditentukan oleh beberapa ,aktor diantaranya lama sakit dan status imunologi pasien #ada tahun $%->! Sosman dan Steidl melaporkan bah9a pada sebagian besar pasien TB5DM memiliki pola radiologi khusus yang terdiri dari kon,luen! ka0itas! dan lesi berbentuk ba"i menyebar dari hilus menu"u bagian tepi! terutama pada *ona bagian ba9ah paru! sementara pada  pasien TB non DM DM lesi biasanya berupa iin,iltrat n,iltrat di lobus atas pa paru ru #enelitian yang dilakukan di #akistan oleh 3abbar! dkk pada $>& pasien TB5DM mendapatkan Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "#

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa gambaran radiologi sebagian besar melibatkan lapang ba9ah paru yaitu sebanyak &18! lesi bilateral didapatkan pada 2>8 pasien! e,usi pleura sebanyak &-8 pasien /esi "uga disertai dengan ka0itas yang secara signi,ikan lebih sering ditemukan  pada laki5laki sebanyak sebanyak &-8 dibandingkan dibandingkan dengan perempuan seban sebanyak yak $78 6nand dkk meneliti gambaran radiologi 7. pasien TB paru dengan DM menemukan bah9a ;28 terdapat lesi TB di bagian lapang ba9ah paru! lebih  banyak dibandingkan dibandingkan dengan lesi yang terdapat di lapang ata atass paru yang hanya sebesar $18 /esi bilateral sebanyak &-8! -.8 pasien terdapat ka0itas pada paru dengan sebagian besar letak ka0itas terdapat di lapang ba9ah paru yaitu ;.8! lesi nodular ditemukan pada &18 pasien dan lesi eksudati, pada &18 pasien Mereka menyimpulkan bah9a gambaran radiologis pasien TB paru dengan DM cenderung atipikal oleh karena itu bila menemukan pasien DM dengan gambaran lesi di lapang ba9ah paru harus dipikirkan kemungkinan in,eksi TB sehingga dapat dilakukan diagnosis serta penanganan yang tepat #ada beberapa penelitian yang lain "uga ditemukan gambaran radiologis yang umum ditemukan pada pasien TB5 DM adalah berupa lesi yang mengenai banyak lobus serta ka0itas multipel Indi0idu usia tua cenderung mengalami lesi di lobus ba9ah paru! kemungkinan hal ini disebabkan karena ter"adi perubahan tekanan oksigen al0eolar di lobus ba9ah  paru yang disebabkan oleh pengaruh usia atau atau penyakit DM

DER7=7T KEP7R7179 KEP7R7179 PE9>7 PE9>7KIT KIT TB* TB*DD- D D79 79 1 17SIL 7SIL PE9OB7T PE9OB7T79 79

Diabetes mellitus mengganggu sistem kekebalan terhadap TB sehingga menyebabkan beban a9al "umlah mikobakteri yang lebih tinggi dan 9aktu kon0ersi sputum yang lebih lama sehingga menyebabkan tingkat kekambuhan Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "$

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa yang lebih tinggiTiga penelitian retrospekti, menun"ukkan bah9a beban a9al mikobakteri lebih tinggi pada pasien DM dibanding kontrolNamun dari beberapa hasil penelitian yang menilai kon0ersi sputum5kultur menun"ukkan hasil yang  beragam tergantung tergantung pada 0ariabel yang d digunakan igunakan #ada salah satu satu studi yang menilai kon0ersi sputum setelah minimal - bulan pengobatan mendapatkan hasil  proporsi kon0ersi pasien DM DM ternyata adalah sama dengan dengan kontrol #enelitian yang dilakukan oleh 6lis"ahbana dkk mendapatkan hasil bah9a DM bukan ,aktor risiko kepositi,an pada apus sputum maupun kultur sputum pada  bulan ke5- pengobatan pengobatan$1 #enelitian di 6rab Saudi yang dilakukan pada 1%- pasien TB BT65positi, BT65positi, didapatkan %;!%8 pasien DM dan %2! %2!>8 >8 kontrol mengalami kon0ersi sputum TB BT6 BT6 men"adi negati, pada bulan ke5& Bagaimanapun "ug "ugaa  pada beberapa penelitian penelitian yang menilai 9a 9aktu ktu yang dibutuhka dibutuhkan n untuk kon0ersi apu apuss sputum dan kultur sputum pada pasien DM ternyata didapatkan hasil bah9a pada  pasien DM dibutuhkan dibutuhkan 9aktu lebih lam lamaa untuk mencapai kultur kultur negati, Seperti  penelitian yang dilakukan dilakukan di T Turki urki pada pasi pasien en DM yang mendapatk mendapatkan an pengobatan TB! membutuhkan 9aktu kon0ersi kultur sputum lebih lama dibandingkan pasien non5DM (1> 0s 77 hari! p X .!.-) #enelitian analisis masa tahan hidup yang digunakan untuk mengukur 9aktu kon0ersi kultur! secara bermakna didapatkan 9aktu tengah negati,itas kultur pada  pasien DM lebih lama lama dibanding kontrol (2- "s &> "s &> hari! p X .!.&) #enelitian lain  "uga menemukan kecenderungan kecenderungan peningkatan 9aktu rata5rata kon0ersi kul kultur tur pada  pasien DM (2% "s "s &%  &% hari! p X .!.%) Data5data tersebut menun"ukkan bah9a  beban a9al "umlah mikobakteri mikobakteri pada pasien DM DM mungkin lebih ti tinggi nggi sehingga membutuhkan 9aktu lebih lama untuk kon0ersi kultur sputum! namun kecepatan kon0ersi kultur sputum pada pasien DM secara umum tidak "auh berbeda dengan  pasien non DM yaitu antara -5& bulan setelah pengobatan 6pakah pe peningkatan ningkatan Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "%

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa 9aktu kon0ersi kultur pada pasie pasien n DM dapat menyebab menyebabkan kan risiko kambuh lebih tinggi masih belum cukup diteliti #asien TB yang kemudian berkembang men"adi DM mempunyai dera"at keparahan penyakit yang lebih tinggi saat onset TB! mempunyai lesi paru yang lebih banyak dan perubahan paru yang lebih besar saat penyembuhan dan sebaliknya pasien DM yang terin,eksi TB memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dan kemungkinan yang lebih besar untuk ter"adi koma serta mikroangiopati1 Diabetes mellitus "uga diduga sebagai predisposisi untuk ter"adi gagal pengobatan dan meningkatan mortalitas mortalitas pasien TB #enel #enelitian itian di Mesir yang membandingkan $$% pasien pasien dengan gagal pengobatan dan $ $$% $% kontrol didapatk didapatkan an peningkatan risiko gagal pengobatan TB pada pasien DM adalah &!% kali #enelitian yang dilakukan di Indonesia didapatkan kultur sputum setelah pengobatan selama 1  bulan dengan kepatuhan kepatuhan berobat yang tinggi tinggi ternyata masih positi, positi, pada --!-8  pada pasien DM dibandingkan dibandingkan dengan k kontrol ontrol sebesar 1!%8 Dua penelitian kohort retrospekti, pasien TB paru di Maryland! 6merika Serikat menun"ukkan  peningkatan risiko kematian kematian sebesar 1!751!> kal kalii pada pasien DM diba dibandingkan ndingkan dengan non5DM Diantara 2$1 kematian pada pasien TB di Sao #aulo! Bra*il ternyata DM merupakan komorbid yang paling sering didapatkan yaitu sebesar $18 #enelitian5penelitian tersebut mengindikasikan bah9a gagal pengobatan dan kematian pada TB lebih sering didapatkan pada pasien DM

PE97T7L7KS79779 PE97T 7L7KS79779 TB*DIneraksi oba ani uberkulosis )O7T( dengan oba hipoglikemi oral )O1O(

Terdapat interaksi obat antara 6T dengan ! selain itu toksisitas obat  "uga harus dipertimbangkan dipertimbangkan ketika memberikan te terapi rapi secara bersamaan pada TB5 TB5 DM #asien TB5DM "uga memperlihatkan respon terapi yang lebih lambat Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "&

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa terhadap 6T bila dibandingkan dengan pasien non DM <i,ampisin merupakan suatu *at yang bersi,at inducer  kuat  kuat terhadap en*im mikrosomal hepar yang terlibat dalam metabolisme suatu *at termasuk en*im sitokrom #27. dan en*im ,ase II Induksi pada en*im5en*im tersebut menyebabkan peningkatan metabolisme obat5 obatan lain yang diberikan bersamaan dengan ri,ampisin sehingga mengurangi e,ek pengobatan yang diharapkan <i,ampisin dapat menurunkan kadar  dalam darah pada golongan sul,onilurea (glikla*id! gliburide! glpi*ide dan glimepirid) dan biguanid #enurunan kadar  dalam darah yang disebabkan oleh ri,ampisin  besarnya ber0ariasi antara -.5>.8 -.5>.8 T Takayasu akayasu dkk mengamati bah9a ri,am ri,ampisin pisin menginduksi hiperglik hiperglikemia emia ,ase a9al yang dihubun dihubungkan gkan dengan peni peningkatan ngkatan  penyerapan di usus! namun namun tidak ada kasus diabetes diabetes yang nyata dan dia dia  berpendapat bah9a ri,ampisin ri,ampisin tidak diabetog diabetogenik enik E,ek ri,ampisin secara langs langsung ung maupun tidak langsung terhadap kontrol glikemik menyebabkan perlunya monitoring kadar gula disertai dengan penyesuaian dosis  terutama pada  pasien TB5DM2 <i,abutin sebuah ri,amicin baru "uga menginduksi en*im metabolisme hepar namun namun e,eknya tid tidak ak sekuat ri,ampisin ri,ampisin Isoniasid (IN) dapat menyebabkan toksisitas berupa neuropati peri,er yang dapat memperburuk atau menyerupai neuropati diabetik! sehingga harus diberikan suplemen 0itamin B1 atau piridoksin selama pengobatan TB pada pasien DM2!7 bat anti TB lain sangat  "arang mengganggu kadar kadar gula darah Dosis ting tinggi gi IN mungkin dapat menyebabkan hiperglikemia hiperglikemia dan pada kasus yang "arang DM mungkin men"adi sulit untuk dikontrol pada pasien yang menggunakan #ira*inamidEthionamide #ira*inamidEthionamide  "uga dapat menyebabkan menyebabkan hipoglikemia namu namun n hal ini "arang ter"adi ter"adi Diabetes mellitus "uga dapat menyebabkan ter"adinya gangguan pada ,armakokinetik 6T mengakibatkan peningkatan risiko gagal pengobatan pada Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta "'

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  pasien TB5DM Diabetes Diabetes mellitus mempunyai ee,ek ,ek negati, terhadap pengo pengobatan batan TB terutama pada pasien5pasien DM dengan kontrol glikemik yang buruk sehingga angka kegagalan dan kekambuhan TB lebih tinggi dibandingkan dengan pasien TB non DM @onsentrasi 6 6T T pl plasma asma yang rendah berhubungan dengan gagal  pengobatan dan resistensi resistensi obat pada TB TB T Terdapatn erdapatnya ya DM! berat badan yang lebih  besar dan kadar glukosa darah darah yang tinggi men menyebabkan yebabkan rendahnya ko konsentrasi nsentrasi ri,ampin plasma-!2!7#enelitian Ni"land dkk mendapatkan kadar ri,ampisin plasma 7&8 lebih rendah pada pasien TB5DM dibandingkan dengan pasien TB non DM $1  al ini menun"ukkan bah9a pada pasien TB5DM yang lebih berat memerlukan dosis ri,ampin yang lebih besar dan kontrol glikemik yang lebih baik untuk meningkatkan konsentrasi obat dalam plasma Diabetes melitus "uga dapat menyebabkan perubahan penyerapan obat oral! penurunan ikatan protein dengan obat! insu,isiensi gin"al! perlemakan hati dan gangguan bersihan obat

Prinsip pengobaan TB*D-

#engobatan TB5DM meliputi pengobatan terhadap DM dan pengobatan TB  paru secara bersamaan Terdapat Terdapat beberapa beberapa prinsip dalam penata penatalaksaan laksaan pasien TB5 DM! yaitu $ #en #engo goba bata tan n te tepa pat t - #asien DM de dengan ngan kon kontrol trol gli glikemik kemik ya yang ng buruk ha harus rus dira9 dira9at at untuk menstabilkan kadar gula darahnya & Insuli Insulin n sebaik sebaiknya nya digu digunakan nakan un untuk tuk meng mengontro ontroll kadar gula da darah rah 2 bat hip hipoglik oglikemi emi oral han hanya ya diguna digunakan kan pada kasu kasuss DM ringan karen karenaa terdapat terdapat interaksi <i,ampisin dengan 

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #(

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa 7 @eseim @eseimbanga bangan n glikemi glikemik k harus tercapa tercapaii karena pentin penting g untuk keberhasila keberhasilan n terapi 6T Target yang harus dicapai yaitu kadar gula darah puasa P$-. mg8 dan b6$c P>8 1 lakuk lakukan an monit monitoring oring te terhada rhadap p e,ek sampi samping ng obat ter terutama utama e,e e,ek k sampin samping g terhadap hepar dan system sara, #ertimbangkan penggunaan piridoksin piridoksin pada  pemberian IN terutama untuk pasien dengan neuropa neuropati ti peri,er > #engo #engobatan batan y yang ang le lebih bih la lama ma mun mungkin gkin d diperl iperlukan ukan ; #enan #enanganan ganan pen penyakit yakit kom komorbid orbid!! malnutris malnutrisii dan rehabilit rehabilitasi asi pada alkoho alkoholisme lisme harus dilakukan % Berika Berikan n terap terapii supo suporti, rti, sec secara ara akti akti,, pada pa pasien sien D DM M

Pemberian insulin pada pasien uberkulosis dengan diabees melius

#enatalaksanaan DM pada TB harus agresi,! karena kontrol glikemik yang optimal memberikan hasil pengobatan yang lebih baik Te Terapi rapi insulin harus segera dimulai dengan menggunakan regimen basal bolus atau insulin prem insulin premi$ed  i$ed  )he  American Association Association of Clinical En Endocrinology docrinology merekomendasikan  merekomendasikan penggunaan insulin analog atau insulin modern karena lebih sedikit menyebabkan hipoglikemia! penggunaan insulin manusia tidak dian"urkan @ebutuhan insulin  pada a9al penyakit penyakit biasanya tinggi namun namun akan menurun kemudian seiring dengan tercapainya koreksi glukotoksisitas dan terkontrolnya in,eksi>  <asionalisasipenggunaan <asionalisasipenggun aan insulin pada DM tipe - yang disertai TB akti, adalah $ In, In,ek eksi si T TB B ya yang ng b ber erat at - ilan ilangnya gnya "a "aringa ringan n dan ,ungs ,ungsii pancrea pancreass seperti pa pada da TB pan pancreas creas ata atau u de,isiensi endokrin pankreas & @ebut @ebutuhan uhan die diett kalori da dan n protei protein n yang ting tinggi gi serta keb kebutuha utuhan n akan e,ek anabolic Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #1

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa 2 Te Terdapa rdapatt interak interaksi si antara    dan 6 6T T 7 Te Terdapa rdapatnya tnya penya penyakit kit hepar yang meny menyertai ertai meng menghamba hambatt penggun penggunaan aan 

Penapisan uberkulosis pada pasien diabees mellius Semua penderita DM memerlukan pemeriksaan medis yang teratur dan

 pemeriksaan ,oto toraks tiap tiap dua tahun sekali#emeriks sekali#emeriksaan aan ini harus dilakukan lebih ketat pada pasien yang berusia lebih dari 2. tahun atau dengan berat badan kurang dari $.8 dari berat badan ideal Setiap p pasien asien DM dengan keluh keluhan an batuk tiba5tiba! kehilangan kehilangan berat badan! kelain kelainan an pada ,oto toraks atau peingkatan dosis insulin untuk mengkontrol glukosa darah! harus dilakukan penapisan untuk  penyakit TB American TB American )horacic Society Society tahun  tahun $%;1 merekomendasikan bah9a  penderita IDDM terutama dengan dengan control glikemi glikemik k yang buruk harus dib diberikan erikan kemopro,ilaksis IN'alaupun IN'alaupun kemopro,ilaksis primer mungkin berguna pada komunitas tertentu dengan pre0alens tinggi DM dan TB seperti penduduk asli SiouG glala 6merika tara namun tidak ada alasan untuk pemberian kemopro,ilaksis primer pada pasien DM yang terkontrol dengan  baik@emopro,ilaksis sekunder sekunder pada pasien DM deng dengan an tes tuberkulin po positi, siti,  biasanya direkomendasikan direkomendasikan 9alaupun beberapa peneliti masih mempertanyak mempertanyakan an man,aatnya $ Diab Diabetes etes melli mellitus tus menye menyebabk babkan an kerusa kerusakan kan pada ,ung ,ungsi si imun dan ,isiol ,isiologis ogis  paru sehingga dapat meningkatkan meningkatkan risiko in,eksi maupun reakti,asi TB TB!! memperpan"ang 9aktu kon0ersi sputum dan meningkatkan risiko gagal  pengobatan yang mendorong mendorong ter"adinya T TB B MD< - Tuberkulos Tuberkulosis is d dapat apat m menginduki enginduki hiperglikemi sehingga dapat menyebabkan +T+ bahkan DM al ini diduga selain karena proses in,eksi yang menyebabkan peningkatan sekresi hormon anti5insulin "uga disebabkan Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa karena ter"adinya kerusakan pankreas seperti pakreatitis maupun amiloidosis akibat proses in,lamasi terhadap toksin M tb & +amba +ambaran ran ,oto to toraks raks pada T TB5DM B5DM bers bersi,at i,at ati atipikal pikal!! namun beb beberapa erapa  penelitian menun"ukkan menun"ukkan kecenderungan in,iltrat in,iltrat yang lebih luas! luas! in,iltrat  pada lobus ba9ah paru! paru! ka0itas multipel dan e,usi pleura 2 Te Terdapat rdapat interaksi antara 6T 6T dengan  ! ! sehingga sebaiknya d digunakan igunakan insulin untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien DM dengan TB 7 Sebai Sebaiknya knya dil dilakuka akukan n penapi penapisan san TB pad padaa pasien DM ter terutama utama di ne negara5 gara5 negara dengan insidensi TB yang tinggi agar dapat dilakukan kontrol dan  penatalaksanaan yang lebih baik untuk k kedua edua penyakit terseb tersebut ut

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #!

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa Pen"egahan dan Pengendalian Infeksi Tuberkulosis I

Tind Tindak akan an pe penc nceg egah ahan an da dapa patt d dik iker" er"ak akan an ol oleh eh pe pend nder erit ita! a! ma masy syara araka katt d dan an  petugas kesehatan

6 #enga9asan #enderita! @ontak dan /ingkungan $ leh pe penderi nderita! ta! dapa dapatt dilak dilakukan ukan den dengan gan menu menutup tup mul mulut ut se9ak se9aktu tu  batuk dan membuang dahak dahak tidak disembarang disembarangan an tempat - leh mas masyaraka yarakatt dapat dil dilakuka akukan n dengan me meningk ningkatkan atkan de dengan ngan terhadap bayi harus harus diberikan 0aksinasi B=+ & leh pe petugas tugas ke kesehat sehatan an denga dengan n memberi memberikan kan peny penyuluha uluhan n tentan tentang g  penyakit TB yang antara lain melipu meliputi ti ge"ala bahaya dan akibat yang ditimbulkannya 2 Isola Isolasi! si! pemeri pemeriksaan ksaan kep kepada ada orang orang5orang 5orang ya yang ng terin, terin,eksi! eksi! pen pengobat gobatan an khusus TB= #engobatan mondok dirumah sakit hanya bagi penderita yang kategori berat yang memerlukan pengembangan program  pengobatannya yang yang karena alasan5alasan sosial ek ekonomi onomi dan medis untuk tidak dikehendaki pengobatan "alan 7 Des5In Des5In,eksi ,eksi!! =uci tan tangan gan dan ttata ata ruma rumah h tangg tanggaa kebers kebersihan ihan ya yang ng ketat! perlu perhatian khusus terhadap muntahan dan ludah (piring! tempat tidur! pakaian)! 0entilasi rumah dan sinar matahari yang cukup 1 Imuni Imunisasi sasi oran orang5oran g5orang g kontak kontak Ti Tindaka ndakan n penceg pencegahan ahan bagi ora orang5 ng5 orang sangat dekat (keluarga! pera9at! dokter! petugas kesehatan lain) dan lainnya yang terindikasi dengan 0aksin B=+ dan tindak lan"ut  bagi yang positi, tertular tertular > #enye #enyelidik lidikan an orang5o orang5orang rang konta kontak k Tub Tubercul erculin5tes in5testt bagi seluruh anggota keluarga dengan ,oto rontgen yang bereaksi positi,! apabila

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #"

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa cara5cara ini negati,! perlu diulang pemeriksaan tiap bulan selama &  bulan! perlu penyelidikan penyelidikan intensi, ; #engo #engobatan batan kh khusus usus #en #enderit deritaa dengan T TB= B= akti, perl perlu u pengob pengobatan atan yang tepat bat5obat kombinasi yang telah ditetapkan oleh dokter diminum dengan tekun dan teratur! 9aktu yang lama ( 1 atau $ bulan) Di9aspadai adanya kebal terhada terhadap p obat5obat! dengan  pemeriksaan penyelidikan penyelidikan oleh dokter dokter (S -.$ -.$$) $)

B Tindakan #encegahan $ Statu Statuss sosial eko ekonomi nomi ren rendah dah yang me merupak rupakan an ,akto ,aktorr men"adi sa sakit! kit! seperti kepadatan hunian! dengan meningkatkan pendidikan kesehatan - Te Tersedi rsediaa saran sarana5sara a5sarana na kedokte kedokteran! ran! pemeri pemeriksaan ksaan pende penderita! rita! konta kontak k atau suspect! sering dilaporkan! pemeriksaan dan pengobatan dini bagi  penderita! kontak! suspect! suspect! pera9atan & #engo #engobatan batan pre pre0enti 0enti,! ,! diartik diartikan an sebaga sebagaii tindak tindakan an kepera9 kepera9atan atan terhadap penyakit inakti, dengan pemberian pengobatan IN sebagai  pencegahan 2 B=+! 0a 0aksina ksinasi! si! dib diberika erikan n pertam pertama5tam a5tamaa kepada b bayi ayi den dengan gan  perlindungan bagi ibunya ibunya dan keluarganya keluarganya Diulang 7 tahun tahun kemudian  pada $- tahun ditingkat ditingkat tersebut berupa tem tempat pat pencegahan 7 Membe Memberantas rantas p penyak enyakti ti TB= p pada ada pem pemerah erah air su susu su dan tu tukang kang po potong tong sapi! dan pasteurisasi air susu sapi 1 Ti Tindaka ndakan n mencega mencegah h bahaya peny penyakit akit paru kro kronis nis karen karenaa menghir menghirup up udara yang tercemar debu para peker"a tambang! peker"a semen se men dan sebagainya > #emerik #emeriksaan saan bak bakterio teriologi logiss dahak pad padaa orang deng dengan an ge"al ge"alaa tbc paru Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta ##

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa ; #emerik #emeriksaan saan scre screening ening de dengan ngan tub tubercull ercullin in test pada ke kelompo lompok k  beresiko tinggi! seperti para para imigrant! orang5orang kontak kontak dengan  penderita! petugas dirumah dirumah sakit! petugas:guru di disekolah! sekolah! petugas ,oto rontgen % #emerik #emeriksaan saan ,oto ro rontgen ntgen pa pada da orang orang5orang 5orang ya yang ng posit positi, i, dari hasi hasill  pemeriksaan tuberculin test (S -.$$ -.$$))

II

#encegahan TB= di rumahA $ #enge #engetahu tahuan an keluar keluarga ga menge mengenai nai tinda tindakan kan yang dapa dapatt dilaku dilakukan kan untu untuk k  pencegahan penularan penularan penyakit TB #a #aru ru dalam keluarga melip meliputi uti A • Memisahkan makanan dengan penderita TB #aru Memisahkan makanan adalah salah satu upaya untuk mencegah  penularan penyakit TB #aru ke anggota k keluarga eluarga lainnya Makanan bekas yang dimakan penderita TB #aru dapat •

menyebabkan ter"adi penularan penyakit TB #aru Memisahkan alat makan yang dipakai penderita TB #aru 6lat makan yang dipakai penderita TB #aru seperti sendok! piring dan gelas perlu dipisahkan untuk mencegah penularan TB #aru ke



anggota keluarga lainnya Men"auhkan anggota keluarga lain dari penderita TB #aru saat  batuk Men"auh saat penderita TB #aru batuk dilakukan agar kuman yang keluar saat penderita batuk tidak terhisap oleh anggota keluarga



yang sehat sehingga penularan dapat dicegah Menghindari penularan melalui dahak pasien penderita TB #aru #ar u Dahak penderita TB #aru yang dibuang sembarangan dapat mengakibatkan penularan penyakit! untuk menghindarinya pasien

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #$

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  penderita TB #aru hendaknya hendaknya tidak membuang dahak •

sembarangan Tindakan ang telah dilakukan keluarga dalam upaya pencegahan  penularan TB #aru A a Membu Membuka ka "en "endela dela rum rumah ah unt untuk uk pen pencegah cegahan an penu penularan laran T TB B #aru dalam keluarga perlu dilakukan untuk membunuh kuman  b Men"emur kasur pasien T TB B #aru untuk pencegahan  penularan TB #aru dalam dalam keluarga! perlu di dilakukan lakukan untuk membunuh kuman TB= yang mungkin tertinggal c #enti #entingnya ngnya mengi mengingat ngatkan kan pas pasien ien pe penderi nderita ta TB #a #aru ru unt untuk uk menutup mulut saat batuk agar saat batuk kuman TB= tidak menyebar ke udara dan dapat menyebabkan penularan TB #aru d Te Tempat mpat kh khusus usus yan yang g disedi disediakan akan un untuk tuk pas pasien ien T TB B #aru membuang dahak saat batuk e Imunis Imunisasi asi ba balita lita dirum dirumah ah un untuk tuk pe pencega ncegahan han T TB B #aru Imunisasi B=+ pada balita dapat mencagah penularan TB #aru (S -.$$)

III #engendalian! pengobatan dan penyuluhan yang dilaksanakan pada penderita TB= 6 #engendalian #enderita Tuberkulosis $ #etug #etugas as dari pusk puskesmas esmas ha harus rus menge mengetahui tahui al alamat amat ruma rumah h dan tempat ke ker"a r"a  penderita - #etug #etugas as turut meng menga9asi a9asi pel pelaksan aksanaan aan peng pengobat obatan an agar pender penderita ita tetap teratur men"alankan pengobatan dengan "alan mengingatkan penderita Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #%

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa yang lali Disamping itu agar menun"ak seorang penga9as pengobatan dikalangan keluarga & #etug #etugas as harus menga mengadakan dakan kun"ung kun"ungan an berkal berkalaa kerumah kerumah5rumah 5rumah pen penderit deritaa dan menun"ukkan perhatian atas kema"uan pengobatan serta mengamati kemungkinan ter"adinya ge"ala sampingan akibat pemberian obat (S -.$$) B #engobatan #enderita Tuberkulosis $ #ende #enderita rita yan yang g dalam dah dahaknya aknya me mengand ngandung ung kuma kuman n dian" dian"urkan urkan un untuk tuk men"alani pengobatan di puskesmas - #etug #etugas as dapat mem memberika berikan n pengo pengobatan batan "a "angka ngka pen pendek dek di ruma rumah h bagi  penderita secara darurat atau karena karena "arak tempat tinggal tinggal penderita dengan puskesmas cukup "auh untuk bisa berobat secara teratur & Melap Melaporkan orkan ada adanya nya ge"al ge"alaa samping sampingan an yang ter"a ter"adi! di! bila perl perlu u penderi penderita ta diba9a ke puskesmas (S -.$$)  = #enyuluhan #enderita Tuberkulosis $ #etug #etugas as baik dal dalam am masa persi persiapan apan mau maupun pun dal dalam am 9aktu ber berikutn ikutnya ya secara berkala memberikan penyuluhan kepada masyarakat luas melalui tatap muka! ceramah dan mass media yang y ang tersedia di9ilayahnya! tentang cara pencegahan TB5paru - Membe Memberikan rikan pen penyuluh yuluhan an kepad kepadaa penderi penderita ta dan kelua keluargan rganya ya pada 9aktu kun"ungan rumah dan memberi saran untuk terciptanya rumah sehat! sebagai upaya mengurangi penyebaran penyakit & Membe Memberikan rikan pen penyuluh yuluhan an perora perorangan ngan seca secara ra khusus kep kepada ada pende penderita rita agar penderita mau berobat ra"in teratur untuk mencegah penyebaran  penyakit kepada orang orang lain 2 Menga Mengan"urk n"urkan! an! perub perubahan ahan sik sikap ap hidu hidup p masyara masyarakat kat dan perb perbaikan aikan lingkungan demi tercapainya masyarakat yang sehat Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #&

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa 7 Menga Mengan"urk n"urkan an masyara masyarakat kat untu untuk k melapor apa apabila bila dia diantara ntara 9arg 9arganya anya ada yang mempunyai ge"ala5ge"ala penyakit TB paru 1 Berusa Berusaha ha mengh menghilang ilangkan kan rasa mal malu u pada pend penderita erita ol oleh eh karen karenaa penyak penyakit it TB paru bukan bagi penyakit yang memalukan! dapat dicegah dan disembuhkan seperti halnya penyakit lain > #etug #etugas as harus men mencatat catat da dan n melapo melaporkan rkan hasi hasill kegiat kegiatannya annya ke kepada pada koordinatornya sesuai ,ormulir pencatatan dan pelaporan kegiatan kader (S -.$$)

I4 I4

#en #engen gendal dalian ian dan pen penceg cegaha ahan n in in,ek ,eksi si d dii p pela elayan yanan an kes keseha ehatan tan Salah satu risiko utama terkait dengan penularan TB di tempat pelayanan

kesehatan adalah yang berasal dari pasien TB yang belum teridenti,ikasi6kibatnya  pasien tersebut belum sempat sempat dengan segera diperlaku diperlakukan kan sesuai kaidah ##I TB yang tepatSemua tempat pelayanan kesehatan perlu menerapkan upaya ##I TB untuk memastikan berlangsungnya deteksi segera! tindakan pencegahan dan  pengobatan seseorang yang yang dicurigai atau dip dipastikan astikan menderita T TB B paya tersebut  berupa pengendalian pengendalian in,eksi dengan 2 pilar y yaitu aitu A (@emenkes! -.$2) $ #engendalian Mana"erial - #engendalian administrati,  & #engendalian lingkungan 2 #engendalian dengan 6lat #elindung Diri

$ Ma Mana na"e "eri rial al Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta #'

RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta

#'

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa #ihak mana"erial adalah pimpinan Fasilitas #elayanan # elayanan @esehatan! @epala Dinas @esehatan #ropinsi dan @ @abupaten:@ota abupaten:@ota dan: dan:atau atau atasan dari insti institusi tusi terkait paya mana"erial bagi program ##I TB meliputiA (@emenkes!-.$-) •

Membuat kebi"akan pelaksanaan ##I TB



Membuat S# mengenai alur pasien untuk semua pasien batuk! alur  pelaporan dan sur0eilans



Membuat perencanaan program ##I TB secara komprehensi, 



Memastikan desain dan persyaratan bangunan serta pemeliharaannya sesuai dengan ##I5TB



Menyediakan sumber sumber daya u untuk ntuk terlaksana terlaksananya nya program ##I5TB (tenaga! anggaran! sarana dan prasarana) yang dibutuhkan



Monitoring dan e0aluasi



Melaklukan ka"ian di unit terkait penularan TB



Melaksanakan promosi pelibatan masyarakat dan organisasi masyarakat terkait ##I5TB

- #en #engen gendal dalian ian aadmi dminis nistra trati,  ti,  paya yang dilakukan un untuk tuk mencegah:meng mencegah:mengurangi urangi pa"anan MTb MTb kepada  petugas kesehatan! pasien! pasien! pengun"ung dan lingkungan deng dengan an menyediakan! mensosialisasikan dan memantau pelaksanaan standar prosedur dan alur pelayanan /angkah5langkah penatalaksanaan pasien untuk mencegah in,eksi TB pada ,asilitas Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara

RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta

$(

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa  pelayanan kesehatan dapat dapat dilihat pada tabel berikut paya in inii mencakupiA (@emenkes! -.$-) •

Strategi Tempo Tempo (Temuka (Temukan n pasien secepatnya ! #isahkan secara aman! bati secara tepat)



#enyuluhan pasien mengenai etika batuk



#enyediaan tisu dan masker! tempat pembuangan dahak yang benar



#emasangan poster! spanduk dan bahan untuk @IE



Skrining bagi petugas yang mera9at pasien TB

& #en #engen gendal dalian ian lin lingku gkunga ngan n paya peningkatan dan pengaturan aliran udara:0entilasi dengan menggunakan teknologi untuk mencegah penyebaran dan mengurangi:menurunkan kadar percik renik di udara paya pengen pengendalian dalian dilakukan dengan dengan menyalurkan  percik renik kearah tertentu tertentu (directional air,lo9) dan atau ditambah dengan rradiasi adiasi utra0iolet sebagai germisida (@emenkes! -.$-) Sistem 0entilasi adalah sistem yang men"amin ter"adinya pertukaran udara di dalam gedung dan luar gedung yang memadai! sehingga konsentrasi droplet nuclei menurun Secara garis besar terdapat dua "enis sistem 0entilasiA (@emenkes! -.$-) •

4entilasi 6lamiahA mengandalkan pintu dan "endela terbuka! serta skylight (bagian atas ruangan yang bisa dibuka:terbuka) untuk mengalirkan udara dari luar kedalam gedung dan sebaliknya

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara

RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta

$1

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa •

4entilasi 4e ntilasi MekanikA mengguna menggunakan kan peralata peralatan n mekanik untuk mengalirkan dan mensirkulasi udara di dalam ruangan secara paksa untuk menyalurkan:menyedot udara ke arah tertentu sehingga ter"adi tekanan udara positi, dan negati0e(contohA eGhaust ,an! kipas angin  berdiri (standing ,an) atau duduk) duduk)



4entilasi 4e ntilasi campuran (hybrid)A adalah sistem 0entilasi alamiah ditambah dengan penggunaan peralatan mekanik untuk menambah e,ekti,itas penyaluran udara

#emilihan "enis sistem 0entilasi tergantung pada "enis ,asilitas dan keadaan setempat #ertimbangan pemilihan sistem 0entilasi suatu ,asyankes berdasarkan kondisi lokal yaitu struktur bangunan! iklim5cuaca! peraturan bangunan! budaya! dana dan kualitas udara luar ruangan serta perlu dilakukan monitoring dan  pemeliharaan secara periodika periodikang ng direkomendasikan ada adalah lah 0entilasi campuran @elebihan dan kekurangan 0entilasi campuran dapat dilihat pada tabel kelebihan dan kekurangan 0entilasi campuran al5hal yang perlu diperhatikan dalamA (@emenkes -.$-) •

sahakan agar udara luar segar dapat masuk ke semua ruangan



Dalam 0entilasi campuran! 0entilasi alami perlu diusahakan semaksimal mungkin



#enambahan dan penempatan kipas angin untuk meningkatkan la"u  pertukaran udara harus memperhatikan memperhatikan arah aliran udara yang dihasilkan



Mengoptimalkan aliran udara

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara

RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta

$

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa •

Menyalakan kipas angin selama masih ada orang<orang di ruangan tersebut (menyalakan kipas angin bila ruangan digunakan)

(SumberA @emenkes -.$-) Tabel Ta bel /angkah5langkah penatalaksanaan pasien untuk mencegah in,eksi TB  pada ,asilitas kesehatan

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara

RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta

$!

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

Sumber  @emenkes! -.$-)

2 #er #erli lind ndun unga gan nD Dir irii

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara

RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta

$"

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa #enggunaan alat pelindung diri pernapasan oleh petugas kesehatan ditempat  pelayanan sangat penting penting untuk menurunkan menurunkan risiko terpa"an! sebab k kadar adar percik renik tidak dapat dihilangkan dengan upaya administrati, dan lingkungan (@emenkes -.$2) #etugas kesehatan perlu menggunakan respirator pada saat melakukan  prosedur yang berisiko tinggi! tinggi! misalnya bronko bronkoskopi! skopi! intubasi! indu induksi ksi sputum! aspirasi sekret saluran napas! dan pembedahan paruSelain itu! respirator ini "uga  perlu digunakan saat memberikan pera9atan kepad kepadaa pasien atau saat menghadapi:menanganii pasien tersangka MD<5TB di poliklinik#etu menghadapi:menangan poliklinik#etugas gas kesehatan dan pengun"ung perlu mengenakan respirator "ika berada bersama pasien TB di ruangan tertutup#asien atau tersangka TB tidak perlu menggunakan respirator  partikulat tetapi cukup cukup menggunakan masker masker bedah untuk melindun melindungi gi lingkungan sekitarnya dari droplet (@emenkes -.$-) <espirator partikulat untuk pelayanan kesehatan N%7 atau FF#- (health care  particular respirator)! merupakan masker masker khusus dengan e,isiensi ti tinggi nggi untuk melindungi seseorang dari partikel berukuran P 7 mikron yang diba9a melalui udara#elindung ini terdiri dari beberapa lapisan penyaring dan harus dipakai menempel erat pada 9a"ah tanpa ada kebocoranMasker ini membuat pernapasan  pemakai men"adi lebih beratarganya lebih lebih mahal daripada masker bed bedah ah Sebelum memakai masker ini! petugas kesehatan perlu melakukan ,it test /angkah5langkah menggunakan respirator dan melakukan ,it test dapat dilihat pada gambar urutan pemasangan respirator dan ,it test (@emenkes! -.$-) Fungsi alat ini akan men"adi kurang e,ekti, dan aman bila tidak menempel erat pada 9a"ah Beberapa keadaan yang dapat menimbulkan keadaan demikian! yaituA (@emenkes -.$-) Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara

RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta

$#

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa •

 6danya "anggut atau rambut di9a"ah bagian ba9ah



 6danya gagang kacamata



 @etiadaan satu atau dua gigi pada kedua sisi yang dapat mempengaruhi perlekatan bagian 9a"ah masker

+ambar cara pemasangan respirator dan melakukan ,it test

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara

RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta

$$

 

 TB Pada Orang Orang Dewasa

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara

RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta



%$ 

 TB Pada Orang Orang Dewasa Dafar Pusaka •

@ementrian @esehatan <epublik Indonesia! Direktorat Bina paya @esehatan #edoman pencegahan dan pengendalian tuberkulosis di ,asilitas  pelayanan kesehatan Mei Mei -.$-



@ementrian @esehatan <epublik Indonesia! Direktorat 3enderal #engendalian #enyakit dan #enyehatan # enyehatan /ingkungan #engendalian Tuberkulosis Tuberkulos is -.$2



S! Tuberkulosis Tuberkulosis merupakan penyakit in,eksi yang masih men"adi maslah masyarakat httpA::repositoryusu usuacid:bitstream:$-&271 acid:bitstream:$-&271>;%:&>$;:$:,km5 >;%:&>$;:$:,km5 -.$$(httpA::repository -.$$( his9ani1pd, )



#erhimpunan Dokter #aru Indonesia (#D#I) TuberkulosisA pedoman diagnosis dan penatalaksanaan 3akartaA#erhimpunan Dokter #aru IndonesiaQ-.$$h-5&.



Tostmann! 6lma! Boeree! Martin 3! 6arnoutse! <ob E! /ange! 'iel = M de! 4en! 6ndre 3 6 M 0an der! dan Dekhui"*en! <ichard! -..>! 6ntituberculosis drug5induced hepatotoGicityA =oncise up5to5date re0ie9! 3ournal o, +astroenterology and epatology



nited States National /ibrary o, MedicinehttpA::li0ertoGnihgo0:#yra*inamidehtm



Dir"en pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan!-.$2 lingkungan!-.$2 Buku #edoman Nasional #engendalian tuberkulosis



'ai5man 'a i5man 9ong! # #ui5chee ui5chee 9u! Man5,ung yuen!$ =hi5chung cheng! 'ing59ai ye9! #oon5chuen 9ong! 6ntituberculosis 6ntituberculosis Drug5<elated /i0er Dys,unction in =hronic epatitis B In,ection! epatology!

Fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara

Sponsor Documents

Hide

Forgot your password?

Or register your new account on INBA.INFO

Hide

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Back to log-in

Close